Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 10 Desember 2018 | 17:17 WIB

Bareskrim Geledah Rumah Buronan Honggo

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Rabu, 24 Januari 2018 | 20:44 WIB

Berita Terkait

Bareskrim Geledah Rumah Buronan Honggo
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Bareskrim Polri menggeledah rumah burnonan tersangka kasus korupsi Kondensat Honggo Wendratno. Honggo yang merupakan mantan Direktur Utama TPPI sudah ditetapkan DPO oleh Polri.

Kasubdit III TPPU Money Laundry, Bareskrim Polri, Kombes Pol Jamaludin yang memimpin penggerebekan ini mengatakan dilakukannya penggeledahan ini sebagai upaya serius Polri mencari Honggo yang menjadi buronan.

"Malam ini kami dari Subdit Money Laundring TPPU Bareskrim Mabes Polri melaksanakan tugas yaitu melakukan oencarian dalam dalam rangka perintah membawa tersangka atas nama Honggo wendratno dimana kami selaku penyidik telah memanggil (Honggo) sejumlah 3 kali terhadap tersangka HW dalam rangka oenyerahan tahap dua untuk ke Kejaksaan," ujar Jamaludin di Jalan Martimbang lll No 3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (24/1/2018).

Penggeladahan ini berlangsung sejak pukul 19.00 WIB. Jamaludin bersama tim penyidik Bareskrim Polri menggeledah rumah berlantai dua itu dengan didampingi ketua RT dan RW setempat.

Jamal mengatakan penggeledahan ini upaya Polri untuk mencari tahu keberadaan Honggo. Berbagai dokumen dari seluruh sudut ruangan di rumah Honggo itu disita oleh penyidik.

"Kami berupaya mencari mungkin alat bukti, dokumen, atau petunjuk yang lain maupun saksi untuk mencari keberadaan tersangka (HW). Kami mencari petunjuk dokumen atau surat yang bisa jadi petunjuk," ujar Jamaludin.

Jamal menegaskan penyidik akan terus berupaya mencari Honggo sampai tertangkap. Upaya-upaya sudah dilakukan diantaranya memasukkan Honggo dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dengan bekerjasam Interpol.

"Di Indonesia kita cari sesuai alamat, di luar negeri kita sudah kerjasama dengan interpol, sudah diterbitkan red notice, kita cari Honggo dimanapun dia berada. Rednotice sudah dikeluarkan sejak 2017 dimana saat itu yang bersangkutan tidak hadir sebanyak 3 kali dalam pemanggilan. Kita sita dokumen dan nomer HP di lokasi (penggeledahan)," imbuh dia.

Sebelumnya, Bareskrim Polri batal melimpahkan barang bukti dan tersangka perkara korupsi kondensat PT TPPI. Alasannya, Polri ingin dalam proses pelimpahan, barang bukti dan tersangka lengkap.

Dalam perkara dugaan korupsi kondensat, penyidik menetapkan tiga orang tersangka yakni eks Kepala BP Migas Raden Priyono, mantan Deputi FInansial Ekonomi dan Pemasaran BP Migas Djoko Harsono serta Honggo.

Honggo sampai saat ini belum juga bisa dihadirkan oleh Polri untuk diserahkan ke Kejaksaan Agung. Penyidik menduga PT TPPI menajdi mitra penjualan kondensat BP Migas tanpa dipayungi kontrak. Setelah satu tahun jual beli berjalan, BP MIgas menunggu kesiapan Kejagung dalam pelimpahan tahap ll.[jat]

Komentar

x