Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 26 Mei 2018 | 03:32 WIB
 

100 Hari Jalan Pembuka Anies-Sandi

Oleh : R Ferdian Andi R | Rabu, 24 Januari 2018 | 19:35 WIB
100 Hari Jalan Pembuka Anies-Sandi
(Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)

INILAHCOM, Jakarta - Tanggal 23 Januari 2018 bertepatan dengan 100 hari kerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wagub Sandiaga Uno sejak dilantik pada 16 Oktober 2017 lalu. Seratus hari pertama menjadi jalan pembuka bagi pemimpin Ibukota untuk mengkonkretkan janjinya, memajukan kota Jakarta dan membahagiakan warga Jakarta.

Sebanyak 29 kerja yang telah dilakukan Anies-Sandi selama 100 hari pertama menjadi pimpinan Provinsi DKI Jakarta. Sejumlah janji yang disampaikan saaat masa kampanye, satu demi satu ditunaikan pasangan yang didukung Partai Gerindra dan PKS dalam Pilkada lalu itu.

Sejumlah pekerjaan yang memiliki daya kejut di publik sebut saja soal penutupan spa dan tempat pijat Alexis di wilayah Jakarta Utara menjadi penanda wujudkan komitmen pasangan ini saat debat kandidat kepala daerah tahun lalu. Meski tanpa bersuara lantang, Anies-Sandi merubuhkan mitos Alexis yang disebut tak tersentuh dan memiliki back up orang kuat.

Langkah politik Anies-Sandi yang mencabut Raperda soal reklamasi juga menjadi pembuktian atas komitmen politiknya untuk tidak melanjutkan reklamasi pantai Jakarta. Langkah berani Anies-Sandi ini juga tak luput dari polemik yang muncul di publik.

Selain masalah tersebut, Anies-Sandi juga melakukan penataan kawasan Tanah Abang. Cara penataan Anies-Sandi yang out of the box dan berbeda dengan penanganan sebelumnya, memancing polemik di tengah publik. Meski harus fair disebut, kawasan Tanah Abang, di jam penataan jalan yang dimulai pukul 08-00-18.00 jauh lebih tertib. Salah satu polemik yang muncul di antaranya tentang protes pengemudi mikrolet yang mengklaim pendapatannya turun hingga 50 persen, imbas larangan melintas di jalan Jati Baru, Tanah Abang.

Langkah monumental lainnya dilakukan Anies-Sandi dengan membentuk Komite Pencegahan Korupsi (KPK) Jakarta yang melahirkan Jakarta Satu sebagai basis data terkait dengan pengadministrasian tata kelola pemerintahan di DKI Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta juga membuat tim harmonisasi regulasi di tingkat daerah. Tim ini fokus mengharmonisasikan seluruh regulasi di Jakarta. Dua tim bentukan pemerintah DKI Jakarta merupakan kerja jangka panjang yang mendorong pada pembentukan sistem yang bagus.

Program Ok Otrip yang mulai diujicobakan pada pertengahan Januari lalu juga menjadi salah satu janji yang disampaikan saat Pilkada lalu. Program ini dimaksudkan untuk mengintegrasikan moda transportasi dengan ongkos Rp5.000 untuk berbagai moda transportasi dengan batasan waktu tertentu.

Menjelang usia 100 hari pemerintahan, Anies-Sandi meletakkan batu pertama pembangunan rumah DP Rp 0 yang dilakukan di wilayah Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Program yang mulanya disangsikan banyak pihak itu, kini telah tertunaikan. Meski, polemik soal apakah rumah tapak atau rumah model apartemen menyeruak dari program ini.

Berbagai langkah Anies-Sandi ini bukan berarti tanpa kritik. Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta membuat catatan penting selama 100 hari masa kerja pemeirntahan Anies-Sandi di Jakarta. Fraksi PDI Perjuangan mencatat, program kerja Anies-Sandi menabrak sejumlah regulasi seperti yang terjadi dalam penataan kawasan Tanah Abang."UU Lalu Lintas ditabrak," ujar Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi yang juga Penasehat Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta ini.

Kebijakan dalam 100 hari Anies-Sandi tentu tidaklah sempurna. Berbagai celah program yang masih menyisakan masalah perlu disempurnakan. Seperti persoalan OK Otrip yang kurang mendapat respons dari publik, harus menjadi evaluasi Pemprov DKI Jakarta.

Kendati demikian, 100 hari pertama Anies-Sandi ini, telah menjadi titik penting bagi pemerintahan ini untuk membuat terobosan yang signifikan dan memastikan kebijakan yang memberi keberpihakan kepada khalayak Jakarta. 100 hari pertama pembuka jalan bagi Anies-Sandi.

Komentar

 
Embed Widget

x