Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 21 Agustus 2018 | 08:12 WIB

Berantas Teroris, Wiranto Ingin Ada Koridor Hukum

Oleh : Ray Muhammad | Rabu, 24 Januari 2018 | 19:33 WIB
Berantas Teroris, Wiranto Ingin Ada Koridor Hukum
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menkopolhukam Wiranto mengharapkan, ke depan penanganan terorisme tak hanya bergantung kepada aparat saja, melainkan seluruh pihak termasuk masyarakat ikut terlibat.

Untuk itu, ia ingin agar prosedur keterlibatan TNI dalam pemberantasan terorisme dipangkas. Menurut dia, terorisme dikategorikan sebagai kejahatan terhadap negara yang memerlukan keterlibatan semua elemen masyarakat.

"Apakah terorisme itu dalam melakukan aksinya tunduk tidak dengan undang-undang kita? Tidak toh. Lalu apakah dia tunduk dalam batas aturan teritorial negara? Tidak kan. Apakah dia menyerang itu milih-milih yang saya serang polisi, tentara, rakyat?" kata Wiranto di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (24/1/2018).

Sementara itu, mengenai keterlibatan militer dalam penanganan terorisme, menurut Wiranto hal ini harus lebih diatur secara mendalam melalui revisi Undang-undang Terorisme.

"Melawan terorisme tidak hanya kita serahkan pada polisi atau tentara saja. Ya, enggak bisa. Ini harus total itu polisi, TNI dan masyarakat dilibatkan. Semua kekuatan nasional dilibatkan melawan terorisme. Enggak bisa sepotong-sepotong," ujarnya.

Adapun keterlibatan TNI dalam menangani persoalan terorisme menurutnya juga perlu diatur dalam koridor-koridor hukum yang jelas agar tidak muncul persepsi masyarakat yang tidak diharapkan.

"Makanya, kami selalu mengatakan oke polisi dan TNI dilibatkan, tentu ada tata caranya. Sehingga tidak saling menyalahkan kalau ada apa-apa. Kalau tidak ditegaskan, nanti TNI melawan terorisme, nembakkin teroris, lalu dikenakan pelanggaran HAM lagi," tandasnya. [ton]

Komentar

x