Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 25 Februari 2018 | 06:29 WIB
 

Kronologi Ibu Buang Bayinya di Teras Surau

Oleh : - | Rabu, 24 Januari 2018 | 18:44 WIB
Kronologi Ibu Buang Bayinya di Teras Surau
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Malang - Hingga Rabu (24/1/2018) pukul 15.40 wib sore ini, ibu yang tega membuang bayinya di teras Surau masih menjalani perawatan medis di Ruang Inap Brawijaya RSUD Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.

Dua Polisi bersenjata dari Polres Malang menjaga KH, ibu yang tega membuang bayinya.

"KH kita bawa ke rumah sakit untuk menjalani kuret sejak tadi malam. Yang bersangkutan setelah kondisinya membaik baru kita lakukan pemeriksaan," terang Kanit UPPA Satreskrim Polres Malang, Iptu Sutiyo, Rabu (24/1/2018).

KH diduga nekat membuang bayinya karena malu. Sejak cerai dengan suami pertamanya pada 2015 lalu, KH rupanya menjalin hubungan asmara dengan seorang pria. Dari hubungan itulah, KH lalu hamil dan melahirkan bayi laki-laki.

"Pelaku malu karena hamil diluar nikah dengan berupaya menyembunyikan kehamilannya dari keluarganya," terang Sutiyo.

Selama kehamilan tersebut, pelaku di berikan obat peluntur atau penggugur kandungan oleh laki laki yang diduga menghamilinya.

Reaksi dari obat itulah yang mengakibatkan pada hari Sabtu tanggal 20 Januari 2018 sekira pukul 12.00 wib, Khutibah merasakan sakit pada perutnya. Saat masuk kamar mandi, KH melahirkan dalam posisi berdiri sehingga bayi tersebut jatuh hingga membentur lantai dari semen.

Sehingga, bayi tersebut tidak bersuara atau menangis. Menurut KH pada petugas yang memeriksanya, bayi tersebut sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Karena takut ketahuan keluarganya, maka bayi berikut ari-ari tali pusar langsung dibungkus kain handuk warna putih dan di sembunyikan di kolong tempat tidur KH.

Selama dua hari berada di kolong ranjang tidur, baru pada hari Minggu tanggal 21 Januari 2018 sekira jam 21.00 wib, KH berniat membuang mayat bayi tersebut dengan menulis pesan agar bayi yang diberi nama Muhammad Reza Aditama, supaya dikuburkan.

Jasad bayi lalu di letakkan KH diteras Mushola Al Amin Dusun Aran, Desa Sumberejo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, sebelum akhirnya, ditemukan warga saat hendak Sholat Subuh pada Senin (22/1/2018) pagi.[beritajatim]

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x