Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 Agustus 2018 | 12:46 WIB

Ali Fahmi Disebut Otak Korupsi Bakamla

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 24 Januari 2018 | 15:11 WIB
Ali Fahmi Disebut Otak Korupsi Bakamla
Politus PDI Perjuangan Ali Fahmi alias Fahmi Habsyi - (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Politus PDI Perjuangan Ali Fahmi alias Fahmi Habsyi disebut sebagai otak penyuapan pada proyek Satelit Monitoring di lingkungan Badan Keamanan Laut (Bakamla).

Demikian disampaikan Direktur PT Melati Technofo Indonesia Fahmi Darmawansyah saat bersaksi untuk terdakwa Nofel Hasan. Dia menyebut, mengetahui proyek Satelit Monitoring di lingkungan Bakalma dari Ali Fahmi alias Fahmi Al-Habsyi.

"(Tahu ada proyek) Dari Fahmi Habsyi yang awalnya mengajak pekerjaan di Bakamla. Pertemuannya di kantor saya," kata Fahmi saat bersaksi untuk terdakwa Nofel Hasan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Rabu (24/1/2018).

Menurut Fahmi, setelah dirinya diberi tahu adanya proyek itu, Fahmi Habsyi yang juga staf khusus Kabakamla pun meyakinkan bahwa proyek itu nantinya akan didapat. Sebab, Fahmi Habsyi banyak mengenal pejabat di Bakamla.

"Dia (Fahmi Habsyi) meyakinkan kalau di Bakamla dia banyak kenal orang," ujar suami dari artis Inneke Koesherawati itu.

Namun, lanjut dia, ajakan dari Fahmi Habsyi itu tidak cuma-cuma. Fahmi Habsyi meminta jatah uang senilai Rp24 miliar atau 6 persen dari anggaran proyek Satelit Monitoring senilai Rp400 miliar. Fahmi Darmawansyah kemudian memenuhi permintaan Fahmi Habsyi.

"Berapa persennya saya lupa. Tapi reaslisasinya (diberikan ke Fahmi Habsyi) Rp24 miliar," ujar Fahmi Darmawansyah.

Sebagian uang itu, kemudian oleh Fahmi Habsyi didistribusikannya ke sejumlah pihak. Termasuk sejumlah anggota DPR RI. Antara lain politikus PDI-P Eva Sundari, anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB Bertus Merlas, anggota Komisi I DPR dari Fraksi Golkar Fayakhun Andriadi.

Pemberian uang sebagai pelicin guna memperperlancar pembahasan anggaran proyek di DPR.[jat]

Tags

Komentar

x