Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 23 Februari 2018 | 07:46 WIB
 

Ridwan Kamil Berat Tinggalkan Pendopo Bandung

Oleh : Fadhly Zikry | Sabtu, 20 Januari 2018 | 19:05 WIB
Ridwan Kamil Berat Tinggalkan Pendopo Bandung
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Bandung - Walikota Bandung, Ridwan Kamil, mengaku berat meninggalkan rumah dinas atau yang biasa disebut Pendopo Alun-alun Kota Bandung. Ridwan Kamil harus meninggalkan rumah dinas Walikota karena mengikuti Pemilihan Gubernur Jawa Barat.

"Secara emosi cukup berat karena sangat betah. Tapi hidup adalah kesementaraan, tidak pernah kami menggantungkan hidup selamanya. Setiap ada awal pasti ada akhir," kata Ridwan Kamil di Pendopo Kota Bandung, Sabtu (20/1/2018).

Pria yang akrab disapa Emil ini menceritakan, banyak kesan yang ia alami setelah bertahun-tahun menempati rumah dinas Walikota, salahsatunya melihat penampakan sosok gaib. Meski begitu, hal mistis tersebut menjadi pengalaman unik yang pernah dialaminya.

"Paling terkesan, pertama penampakan. Tapi sudah tidak ada masalah," ujarnya.

Emil melanjutkan, setelah menjabat sebagai Walikota Bandung, ia kemudian merenovasi seluruh halaman Pendopo hingga terkesan asri. Bunga-bunga yang bermekaran, membuat kupu-kupu selalu berterbangan di sekitar area Pendopo.

Menurut dia, kehadiran serangga terbang ini, menjadi titik balik untuk menyegarkan kembali pikirannya setelah lelah menjalankan tugas.

"Banyak kupu-kupu menandakan tempatnya, tamannya bersih karena berbunga. Secara psikologi bisa melupakan pekerjaan," kata dia.

Meski Pendopo tidak lagi dihuninya, ia meminta seluruh aktifitas yang rutin diselenggarakan tetap berjalan. Hal ini menandakan bahwa rumah dinas merupakan rumah seluruh masyarakat Bandung.

"Pendopo harus jadi rumah rakyat, harus jadi rumah siapapun, ada seminar, wayang, pengajian, dan terbuka buat turis, tidak ada masalah. Hanya ruang pribadi saja yang tidak bisa digunakan," katanya.

Emil untuk sementara akan mengontrak dua unit rumah di kawasan Cipaganti, Kota Bandung hingga proses Pilgub Jabar berakhir. Satu rumah akan dijadikan kediamannya, dan satu lainnya menjadi rumah pemenangan Pemilu.

Sementara rumah aslinya yang berada di Cigadung, untuk sementara disewakan, karena tidak bisa menampung aktifitas Pemilu. Berdasarkan aturan, pejabat pemerintah yang mengikuti Pilkada harus menanggalkan seluruh aset negara saat proses kampanye berlangsung. [tar]

Komentar

 
Embed Widget

x