Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 Agustus 2018 | 10:30 WIB

Kapolri Imbau Ulama Bicara Sesuai Data yang Valid

Oleh : Happy Karundeng | Jumat, 19 Januari 2018 | 20:38 WIB
Kapolri Imbau Ulama Bicara Sesuai Data yang Valid
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengimbau agar para ulama atau tokoh publik yang jadi panutan di masyarakat bisa menyampaikan informasi yang akurat pada masyarakat.

Hal ini berkaca dari kasus dugaan ujaran kebencian dan SARA yang tengah membelit Ustaz Zulkifli Muhammad Ali.

"Ini publik, publik itu sangat menghargai ulama, ulama itu adalah tokoh panutan. Apa yang disampaikan ulama sering kali didengar diikuti dan dicerna oleh publik. Oleh karena itu, publik harus diberikan data yang akurat, yang kredibel. Kalau datanya gak akurat, gak kredibel sedangkan figurnya dipercaya, diikuti didengar oleh publik ini bahaya nanti miss," katanya di Mapolda Metro Jaya, Jumat (19/1/2018).

Ia menjelaskan, dalam kasus Ustaz Zulkifli, pihaknya telah melakukan penelusuran dan ternyata pernyataan Ustaz Zulkifli terkait percerakan KTP di Perancis dan Tiongkok, tidak disertai data tang valid.

"Setelah dilakukan pemeriksaan (kasus Ustaz Zulkifli), ternyata mohon maaf datanya gak ada yang 200 juta KTP dibuat di Perancis atau Tiongkok datanya tidak ada data akurat, hanya katanya, bahaya," jelasnya.

Ia menjelaskan dalam kasus ini, Zulkifli telah mengakui kalau data yang ia pakai dalam ceramahnya adalah tidak akurat. Dan dia pun sudah memberikan klarifikasinya.

"Tapi tadi kita sudah proses, kemudian yang bersangkutan sudah sampaikan datanya itu dari 'katanya' yakni tidak kredibel dari sumber yang tidak tepat dan yang bersangkutan sudah berikan klarifikasi saya kira itu," jelasnya.

Tito pun mengimbau para toko publik bisa mencari data valid sebelum menyampaikannya ke publik dan dicerna mereka. Sebab, jika tidak dampaknya bisa menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

"Oleh karena itulah ,saya mengimbau, para tokoh-tokoh yang didengar oleh publik, tokoh-tokh agama, tokoh-tokoh masyarakat yang bisa mempengaruhi opini publik, tolonglah publik kita juga bisa diberi informasi yang akurat, yang benar dan kredibel. Karena, kalau informasi tak akurat, masyarakat bisa miss dicerna. Gitu saja bisa menyebabkan apa namanya itu kegaduhan yang tidak diperlukan," imbaunya.

Diketahui, Ustaz Zulkifli dilaporkan oleh seseorang karena diduga telah melakukan ujaran kebencian yang berbau Sara dan memprovokasi. Ujaran kebencian tersebut diduga dilakukannya saat memberikan ceramah di salah satu masjid di Jakarta, dan sempat menjadi viral di media sosial.

Zulkifli dilaporkan dengan Laporan Polisi : LP/1240/XI/2017/Bareskrim, tanggal 21 November 2017 lalu.[jat]

Komentar

x