Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 15 Agustus 2018 | 09:01 WIB

Kata Tito Soal Kasus yang Menyeret Ustaz Zulkifli

Oleh : Happy Karundeng | Jumat, 19 Januari 2018 | 17:16 WIB
Kata Tito Soal Kasus yang Menyeret Ustaz Zulkifli
Kapolri Jenderal Tito Karnavian - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian membantah pihaknya melakukan tindakan kriminalisasi kepada ulama dalam kasus dugaan ujaran kebencian dan SARA yang menyeret nama Ustadz Zulkifli Muhammad Ali.

"Prinsipnya sekali lagi, Polri tidak ingin melakukan kriminalisasi terhadap ulama," katanya di Mapolda Metro Jaya, Jumat (19/1/2018).

Tito menegaskan Polri tidak mungkin melakukan kriminalisasi kepada orang apalagi pada seorang ulama.

"Kriminalisasi itu kalau ada perbuatan yang dia tidak diatur dalam hukum pidana setelah itu dia dipaksakan dipidanakan, itu namanya kriminalisasi. Tapi kalau perbuatan itu diatur dalam hukum pidana, dilakukan proses itu namanya penegakan hukum," jelasnya.

Ia menjelasakan langkah hukum ke ustaz Zulkifli dilakukan lantaran ada konten yang patut dipertanyakan dalam ceramah ustaz Zulkifli yang viral.

Polri lantas melakukan klarifikasi pada yang bersangkutan apakah data yang ia gunakan dalam cerama valid atau tidak.

"Jadi contohnya misalnya katanya 200 juta apa KTP sudah dibuat di Perancis, di Paris, 200 juta sudah dibuat dimana, di Tiongkok dan Paris 200 juta. Datanya benar tidak? Karena ini datanya sangat-sangat berbahaya dan bisa memprovokasi publik kalau bagi masyarakat yang tidak paham. Bayangkan apa mungkin 200 juta KTP dibuat di Perancis. Kami dari kepolsian belum pernah dengar seperti itu, intelijen kepolisian belum pernah dengar seperti itu. Maka kita ingin mengklarifikasi apakah datanya dari yang bersangkutan itu valid, sah, sumbernya darimana, atau sekedar asumsi," jelasnya.

Sebelumnya, ustaz Zulkifli dilaporkan oleh seseorang karena diduga telah melakukan ujaran kebencian yang berbau SARA dan memprovokasi.

Ujaran kebencian tersebut diduga dilakukannya saat memberikan ceramah di salah satu masjid di Jakarta, dan sempat menjadi viral di media sosial.

Zulkifli dilaporkan dengan Laporan Polisi : LP/1240/XI/2017/Bareskrim, tanggal 21 November 2017 lalu.

Berikut isi ceramahnya, yang dikutip dari video ceramah di laman akun Instagram Ustaz Zul dan akun YouTube, AL-HUJJAH Channel Islam, Kamis, 18 Januari 2018.

"Mengikuti perkembangan, bagaimana tahun 2018, ancaman kehancuran ekonomi global. Dan itu akan menyebabkan di mana-mana terjadi krisis, chaos, keributan dan kekacauan, pembunuhan, perang, perang dan perang ada di mana-mana. Termasuk Jakarta. Jakarta bapak dengar bagaimana revolusi itu yang dikhawatirkan oleh para TNI kita yang masih punya loyalitas kepada NKRI ini. Revolusi China. Maaf revolusi komunis berkolaborasi dengan revolusi syiah akan menjadikan Jakarta sebagai negeri terpanas yang penuh pertumpahan darah. Apabila kita tidak bersiap-siap. Umat tidak mau bersatu maka kita akan disembelih seperti saudara-saudara kita disembelih di Siria, seperti saudara-saudara kita disembelih di Irak, seperti saudara-saudara kita disembelih di Yaman, ini pasti terjadi kaum Muslimin yang dimuliakan. Dan ini bukan hal yang sangat tabu lagi. Jutaan KTP sekarang sedang dibuat di China, jutaan KTP sekarang sedang dibuat di Paris atas nama penduduk Indonesia, tapi yang mengisinya adalah orang-orang sipit".[jat]

Komentar

x