Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Juli 2018 | 19:46 WIB
 

Sejoli Ini Dicekik, Dipukul dan Dirampas Motornya

Oleh : - | Jumat, 19 Januari 2018 | 01:02 WIB
Sejoli Ini Dicekik, Dipukul dan Dirampas Motornya
Korban saat diwawancarai wartawan - (Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Gresik - Wilayah hukum di Kabupaten Gresik masih rawan begal motor. Hal ini terbukti ada dua orang, yakni M.Ikhya' Ulumuddin (22) warga Desa Tanggulrejo, Kecamatan Manyar, Gresik, dan Evi Taswirur Zulfi (21) warga Desa Pedurungan, Kecamatan Glagah, Lamongan, menjadi korban kawanan begal.

Kedua pasangan sejoli itu, dihadang di tengah jalan saat hendak menuju pulang ke rumahnya. Ironinya, selain motornya dirampas, kedua korban tersebut dibawa ke lahan kosong selanjutnya dicekik lalu dipukuli. Barang berharga milik korban seperti cicin emas serta dompet juga turut dirampas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kasus tersebut terjadi bermula saat kedua korban Ikhya sedang membonceng Evi menggunakan motor Honda Beat nopol S 5657 SY dari Bendung Gerak Sembayat (BGS) Gresik menuju ke Desa Tanggulrejo, Manyar. Saat ditengah jalan tiba-tiba dihadang kawanan begal yang diduga dilakukan oleh tiga orang.

Ikhya menceritakan, awalnya kawanan begal mau membawa sepeda motornya. Namun, dirinya meminta supaya motor tersebut tidak diambil. Kemudian, para kawanan begal tersebut akhinya meminta semua barang berharga untuk diserahkan.

"Saya sempat tawar-menawar dengan kawanan begal supaya keselamatan jiwa saya selamat," ujarnya kepada wartawan, Kamis (18/1/2018).

Sementara korban lainnya Evi mengaku, tangannya dipegang. Gelang yang melingkar di tangan dan lima cincin serta gelang kaki diminta secara paksa. Bahkan, ponselnya juga dirampas serta uang sebesar Rp150 ribu.

"Karena saya takut semua barang berharga saya serahkan," ungkapnya.

Usai dibegal, Ikhyak langsung lapor kepada orang tuanya Suyono (51) dan Sriyanti (44). Orang tua Ikhya langsung menuju lokasi kejadian. Disana, ratusan orang membawa senter mencari pelaku di sekitar lokasi. Namun, para begal tersebut sudah kabur.

"Anak saya datang kerumah langsung gedor-gedor pintu karena habis dibegal orang," kata Suyono.

Kanit Reskrim Polsek Manyar Aiptu Azis menyatakan, kasus tersebut tersebut masih dalam proses penyelidikan. Anggota masih memeriksa keterangan saksi.

Dia mengatakan, pemicu terjadinya pembegalan adalah jalan rusak. Korban tidak bisa memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi.

"Kami menghimbau supaya pengendara motor yang hendak melintas di jalan mencari ada penerangan lampu di pinggir jalan. Sebab, kalau jalanan gelap bahkan rusak rawan tindak pidana," tandasnya.[beritajatim]

Tags

Komentar

x