Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 21 Agustus 2018 | 08:14 WIB

Fredrich Minta KPK Periksa Tito, Polri: Itu Lucu

Oleh : Muhammah Yusuf Agam | Kamis, 18 Januari 2018 | 20:19 WIB
Fredrich Minta KPK Periksa Tito, Polri: Itu Lucu
Mantan Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Permintaan mantan Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi yang meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Kapolri Jenderal Tito Karnavian ditanggapi santai oleh polisi.

Sebab, permintaan Fredrich tidak masuk akal, bahkan menjurus pada lelucon. Demikian disampaikan Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal.

"Itu statmentnya Fredrich, saya senyum-senyum aja. Statment itu kami ketawa-ketawa aja, lucu aja mendengar statment itu," ujar Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (18/1/2018).

Iqbal menerangkan Kapolri mempunyai jabatan yang tinggi, sehingga sebagai kepala Kepolisian, Tito hanya akan menangani sesuatu yang dianggap strategis. Kata Iqbal, Tito tak akan mengurusi urusan teknis seperti hal keinginan Fredrich tersebut.

"Begini, Kapolri itu pada kapasitas strategis mengurus organisasi, organisasi ini misinya apa, enggak ada lagi ngurusin teknis, enggak ada, itu Kapolri. Bagaimana Polri dapat lebih dipercaya, lebih profesional, lebih modern itu pak Kapolri, menentukan strategi organisasi Polri," terang Iqbal.

"Kalau misalnya hanya kecelakaan itu teknis, Kapolda aja enggak ngurusin itu. Dia melakukan proses managerial, masa suruh periksa pak Kapolri. Kalau pun ada terkait dengan kejadian itu, yang diperiksa yang menangani kecelakaan itu yang dateng ke TKP. Paling atas ada Kepala Unitnya," imbuh dia.

Sebelumnya, Fredrich Yunadi dianggap menghambat penyidikan kasus korupsi e-KTP yang melibatkan mantan ketua DPR RI Setya Novanto. Dia pun ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh KPK lantaran dugaan perannya merekayasa kecelakaan Novanto pada November lalu.

Fredrich Yunadi mengatakan Komisi Pemberantasan Korupsi perlu memeriksa Kapolri jika tidak percaya kecelakaan mobil yang menimpa Setya pada November lalu itu fakta. Fredrich mengatakan langkah KPK menahannya merupakan upaya kriminalisasi terhadap advokat. Dia menyerukan kepasa advokat di seluruh Indonesia untuk memboikot KPK. KPK dianggapnya berupaya menghabisi profesi advokat. [ind]

Komentar

x