Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 25 Februari 2018 | 08:46 WIB
 

MUI: Putusan MK Melukai Perasaan Umat

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 17 Januari 2018 | 16:03 WIB
MUI: Putusan MK Melukai Perasaan Umat
Ketua Bidang Hukum MUI Basri Bermandah - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyebut, putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memasukan penghayat kepercayaan kedalam KTP melukai perasaan umat.

Sebab, berdasarkan putusan MK itu telah menyetarakan anatara agama dan penghayat keperyaaan. Padahal, agama dan penghayat kepercayaan dua hal yang berbeda. agama punya kitab suci, rasul serta sitem ajarannya.

"MUI sangat menyesalkan putusan MK tersebut. Putusan MK kurang cermat dan melukai perasaan umat beragama khususnya umat Islam Indonesia karena putusan itu, berarti sudah menyejajarkan kedudukan agama dan aliran kepercayaan," kata Ketua Bidang Hukum MUI Basri Bermandah saat jumpa pers, di kantornya, Jakarta, Rabu (17/1/2018).

Dengan demikian, kata dia, pihaknya berpandangan putusan MK tersebut menimbulkan konsekuensi hukum dan dampak pada tatanan kehidupan sosial di masyarakat.

Bukan hanya itu, putusan MK juga dinai telah merusak hubungan kenegaraan dan politik yang selama ini sudah berjalan dengan baik.

"MUI berpendapat seharusnya MK dalam mengambil keputusan yang memiliki strategi, sensitif, dan kinerja hajat hidup orang banyak, membangun komunikasi dan menyerap aspirasi yang luas-luasnya kepada masyarakat dan pemangku kepentingan sehingga dapat mengambil keputusan secara obyektif, arif, bijak dan aspiratif," kata dia.

Kendati demikian, MUI menghormati perbedaan agama, keyakinan, dan kepercayaan setiap warga negara. Karena hal tersebut merupakan implementasi dari hak asasi manusia yang dilindungi oleh negara sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"MUI menyetujui pelaksanaan hak asasi manusia di dalam hukum dan pemerintahan tidak boleh ada perbedaan dan halal sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan," ujar dia.

Dalam kesempatan ini, ia mengamini tidak bisa berbuat banyak terhadap putusan MK itu. Sebab, putusan MK itu sifatnya final dan mengikat.[jat]

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x