Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 26 Februari 2018 | 02:39 WIB
 

Menebak Wajah DPR di Bawah Bamsoet

Oleh : R Ferdian Andi R | Senin, 15 Januari 2018 | 16:59 WIB
Menebak Wajah DPR di Bawah Bamsoet
Bambang Soesatyo - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Partai Golkar resmi menunjuk politisi muda Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) menjadi Ketua DPR menggantikan Setya Novanto. Bagaimana wajah DPR di bawah mantan wartawan itu?

Beberapa kali gagal menjadi anggota DPR, tak menyiutkan nyali Bambang Soesatyo untuk maju dalam pemilihan legislatif. Pemilu 2009 menjadi titik awal karir politisi yang mengaku di Kartu Tanda Penduduknya keterangan pekerjaan masih tertulis sebagai wartawan ini.

Panitia Khusus Angket Century menjadi debut perdana Bambang Soesatyo. Melalui panggung angket century pula, pamor Bambang melejit. Ia menyundul di jajaran politisi muda parlemen yang kerap membuat berita (news maker). Saat itu, lawan tanding Bambang Soesatyo tak lain Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Modal sebagai jurnalis menjadikan Bambang kerap mengeluarkan pernyataan pers yang layak dikutip. Hal ini pula yang menjadi modal dasar Bambang menyodok para seniornya di parlemen. "Diharapkan agar mempunyai komunikasi yang baik dengan teman-teman media dan bahasa dengan media menggunakan bahasa yang sama," ujar Ketua Umum Partao Golkar Airlangga Hartarto di ruang Fraksi Partai Golkar DPR RI, Senin (15/1/2018).

Sejumlah jabatan mentereng ia sandang. Seperti Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR RI termasuk menjadi Ketua Komisi Hukum DPR, kendati tak bergelar sarjana hukum. Kini, jabatan tertinggi DPR telah ia genggam. Bamsoet menyingkirkan pesaingnya yang secara trah politik dan pengalaman politik jauh di atasnya.

Sebut saja Agus Gumiwang Kartasasmita yang tak lain putera kandung politisi gaek Partai Golkar Ginandjar Kartasasmita. Bambang juga menyingkirkan Aziz Syamsudin, doktor hukum yang saat ini menjabat sebagai Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI.

Bambang Soesatyo sebelum pelantikan sebagai Ketua DPR mengatakan, salah satu prioritas yang ia lakukan adalah berkomunikasi dengan seluruh fraksi di DPR baik yang mendukung pemerintah maupun yang di luar pemerintahan. Ia akan mengundang pimpinan fraksi, pimpinan komisi dan pimpinan alat kelengkapan dewan.

"Tugas kita bersama adalah bagaimana membuat DPR ini bisa bermanfaat bagi rakyat dan yang terpenting adalah kecukupan pangan, papan dan lapangan kerja. Itu yang harus kita tuju," sebut Bambang.

Sisa jabatan tak kurang dari dua tahun memang tak banyak yang bisa dilakukan Bambang, apalagi tahun ini ditandai dengan mulainya tahun politik. Meski demikian, sisa masa jabatan yang tersisa dapat dimanfaatkan Bambang untuk melakukan terobosan penting terkait dengan fungsi yang dimiliki DPR yakni legislasi, pengawasan dan penganggaran.

Bambang yang kerap melakukan gebrakan politik, mestinya juga memunculkan gebrakan di jabatan barunya sebagai Ketua DPR. Kesan DPR hanya sebagai stempel kebijakan pemerintah harus ditepis dengan gebrakan Bambang. Kritis terhadap pemerintah namun tetap dalam bingkai koalisi toh pernah Bambang lakukan bersama sejumlah politisi muda senayan saat itu di pemerintahan SBY-Boediono.

Setidaknya dengan cara ini akan mengangkat derajat DPR sebagai rumah besar rakyat Indonesia. Di sisi lain, dalam tarikan nafas yang sama, citra Partai Golkar dapat terkerek dengan sikap proporsional DPR di bawah pimpinan kader Partai Golkar yang mengkritik pemerintah jika tidak benar dan mengapresiasi jika sesuai peraturan.

Komentar

 
Embed Widget

x