Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 18 Februari 2018 | 12:11 WIB
 

Pembuat Surat Sakit Online Palsu Dibekuk

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Jumat, 12 Januari 2018 | 16:02 WIB
Pembuat Surat Sakit Online Palsu Dibekuk
(Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Kasubdit II Dittipid Siber Bareskrim Kombes Asep Syafruddin mengatakan pihaknya berhasil menangkap NDY dan MJS, dua orang mahasiswi karena menjual surat sakit palsu lewat media sosial.

NDY mengedarkan surat sakit palsu lewat website www.jasasuratsakit.blogspot.com bersama seorang pria berinisial MKM. Sementara MJS menjual melalui akun Instagram @suratsakitjkt.

"Mereka ditangkap di Jakarta, ada yang di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan sekitar 4 hari yang lalu (Senin, 8 Januari 2018)," ujar di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (12/1/2018).

Asep menjelaskan MJS berperan sebagai reseller surat sakit palsu yang dibuat MKM dan NDY. Sementara NDY sendiri menjadi penjual surat sakit palsu berkat ajakan MKM yang sejak 2012 berkutat di usaha tersebut.

Mengenai motif kejahatan para tersangka, kata Asep, yakni mencari keuntungan dengan menjual surat sakit palsu seharga Rp 25 sampai 50 ribu per lembar.

"Yang dua mahasiswi, yang satu pria itu pengangguran. Kerjanya ya ini (membuat surat sakit palsu). Kalau lagi ramai-ramainya bisa 50 pemesan per hari. Berarti tersangka mendapatkan omset lebih dari Rp 1 juta per hari," kata Asep.

Asep menerangkan peredaran surat sakit palsu ini dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan karena dianggap merugikan baik terhadap generasi muda, instansi dan profesi dokter.

"Sehingga merugikan dimana pemesannya mahasiswa, ini bisa membuat mahasiswa yang malas menipu perguruan tinggi dan jika pegawai, instansi akan merugi karena mereka bisa membuat kwitansi atau bon rumah sakit juga untuk dirembes. Dan juga merugikan profesi dokter kalau seperti ini," terang Asep.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 28 ayat 1 UU ITE dan Pasal 73 juncto 77 UU Praktik Kedokteran dengan ancaman penjara di atas 5 tahun. [hpy]

Komentar

 
Embed Widget

x