Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 15 November 2018 | 16:29 WIB

Unsur TNI Dan Polri Di Pilkada

Paham Teritori, Paham Persoalan, Mampu Selesaikan

Oleh : Ivan Setyadi | Jumat, 12 Januari 2018 | 08:20 WIB

Berita Terkait

Paham Teritori, Paham Persoalan, Mampu Selesaikan
Sekjen PDIPerjuangsn Hasto Kristiyanto - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Dinamika Pilkada serentak pada 2018 diwarnai dengan majunya para kandidat yang memiliki latar belakang anggota TNI dan Polri.

Penting untuk diingat, anggota TNI dan Polri memiliki jiwa esprit de corps dan struktur hirarki komando sehingga sepanjang mereka masih berstatus sebagai anggota TNI ataupun Polri, maka akan potensial mengakibatkan terjadinya penyalahgunaan kekuasaan dan kewenangan (abuse of power). Hal ini akan membuka kemungkinan terjadinya pengerahan kekuatan militer ataupun polisi untuk memenangkan Pilkada.

Menanggapi hal itu, Sekjen PDIPerjuangsn Hasto Kristiyanto melihat dengan sudut pandang beda."Dengan mengetahui teritori suatu wilayah, tentu menambah pemahanan tentang persoalan yang ada disuatu wilayah," katanya kepada INILAHCOM, Kamis (11/1/2018).

Duet keduanya, dengan latar belakang Militer dan Polri tak jadi masalah menurut Hasto. Mengenai latar belakang keduanya yang bukan sipil, Kang TB merupakan Mayjen TNI (Purn), sementara Anton tercatat sebagai anggota polisi aktif dengan jabatan terakhir sebagai Kapolda Jabar.

"Kang TB sudah lama ber-PDIPerjuangan. Sejak 2002 sehingga tak diragukan lagi komunikasi politiknya. Sementara Pak Anton, jangan lupa dia adalah ketua tim investigasi Marsinah, ingat," ungkapnya menekankan.

PDIPerjuangan kata Hasto, sudah memasukkan semua problematika yang ada di Jabar dan juga sudah menyiapkan solusi yang bisa diambil oleh duet Kang TB dan Anton."Gabungan keduanya sudah matang dan siap menjawab kebutuhan warga Jawa Barat," cetusnya.

"Ini akan jadi efek kejut untuk Jabar," sambungnya optimis.[van].

Komentar

x