Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 18 Februari 2018 | 12:06 WIB
 

Pengaduan Diabaikan Polisi, Jokowi Digugat ke PN

Oleh : - | Kamis, 11 Januari 2018 | 16:30 WIB
Pengaduan Diabaikan Polisi, Jokowi Digugat ke PN
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) yang diketuai Robert memeriksa gugatan advokat senior Alexius Tantrajaya terhadap Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) terkait pengaduan perkara pidana di kepolisian.

Pada persidangan pertama, Rabu (10/1/2018), pihak dari Presiden Jokowi tidak hadir di persidangan. Padahal sudah diberitahukan oleh PN Jakpus sejak 4 Januari 2018, bahwa persidangan akan digelar.

"Mengingat Presiden Jokowi maupun pihaknya tak hadir, sidang berikutnya pada 24 Januari 2018. Diharapkan pihak tergugat (Presiden Jokowi) hadir di persidangan," kata Hakim Robert sebelum menutup persidangan.

Gugatan terhadap Presiden Jokowi dilayangkan Alexius Tantrajaya ke PN Jakpus pada 13 Desember 2017, terdaftar No. 681/Pdt.G/PN. Jkt. Pst. Pokok masalahnya terkait kinerja aparat kepolisian yang dinilai Alexius kurang profesional, yaitu mengabaikan hak keadilan kliennya, Maria Magdalena Andriati Hartono. Laporan pidana kliennya selama sembilan tahun lebih tidak digubris tepatnya sejak 8 Agustus 2008.

Menurut Alexius, adalah kewajiban advokat memberikan pelayanan hukum terhadap kliennya. Gugatan terhadap presiden merupakan salah satu dari bentuk pelayanan dimaksud.
"Gugatan ini landasannya adalah, karena aparat kepolisian tidak bisa memberikan perlindungan hukum kepada klien saya. Saya nilai, kinerja polisi kurang profesional," kata Alexius kepada INILAHCOM, Kamis (11/1/2018).

Mengingat kepolisian melakukan pembiaran atas perkara kliennya, menurut pengacara tersebut, maka sepantasnya presiden selaku pimpinan tertinggi negara RI mengambil alih tanggung jawab itu. Hal itu merupakan kewajiban hukum Kepala Negara.

"Tindakan ini (menggugat presiden) juga berangkat dari rasa kecewa saya terhadap Presiden Jokowi, Kapolri, Kadiv Propam Mabes Polri, Kompolnas, Komisi III DPR dan institusi hukum lainnya," papar Alexius.

Sebab, lanjut dia, seluruh surat permohonan perlindungan hukum, sebagai upaya pihaknya yang dikirimkan kepada mereka, ternyata tidak memberikan harapan. Tidak satupun dari mereka memberikan jalan ke luar atas pengabaian rasa keadilan yang dilakukan aparat kepolisian terhadap kliennya.

"Terakhir saya melayangkan Surat Permohonan Perlindungan Hukum kepada Kompolnas. Pada 24 Oktober 2017 saya mendapat jawaban, isinya: kasus kliennya itu sudah diklarifikasi kepada Kapolri untuk ditindaklanjuti dalam waktu yang tidak lama," jelas Alexius.

Tapi nyatanya, tambah Alexius, hingga gugatan terhadap presiden dilayangkan ke PN Jakpus, belum ada tindak lanjut atas kasus Maria dari aparat kepolisian (Polri), sebagaimana disebutkan Kompolnas dalam surat jawabannya.

Kaporan kliennya terkait dugaan keterangan palsu di dalam Akta Keterangan Waris, Akta Surat Kuasa, dan Akta Pernyataan yang dibuat Notaris Rohana Frieta atas permintaan para terlapor: Lim Kwang Yauw, Kustiadi Wirawardhana, Sutjiadi Wirawardha, Martini Suwandinata dan Ferdhy Suryadi Suwandinata. Mereka adalah saudara kandung almarhum Denianto Wirawardhana, suami kliennya.

Dikatakan Alexius, salah satu keterangan palsu disebutkan, bahwa almarhum Denianto Wirawardhana tidak pernah menikah dan tidak pernah mengangkat dan mengakui anak. Tetapi fakta hukumnya, almarhum menikah dua kali (isteri pertama warga Jerman, yang kedua Maria) dan mempunyai 3 anak, yakni: Thomas Wirawardhana, Randy William dan Cindy William.

"Klien saya melapor keluarga almarhum suaminya ke Bareskrim Mabes Polri pada 8 Agustus 2008, dengan laporan No.Pol: LP/449/VIII/2008/Siaga-III," papar Alexius.

Seminggu kemudian, tepatnya pada 14 Agustus 2008, laporan kliennya dilimpahkan ke Polda Metro Jaya. Semula Alexius mengira laporan kliennya akan ditindaklanjuti polisi. Ternyata, nasibnya semakin tidak jelas. "Meski begitu saya tak pernah bosan mendesak pihak Polda Metro Jaya agar menindak lanjuti penyidikan," ungkapnya. [yha]

Komentar

 
Embed Widget

x