Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 25 Mei 2018 | 23:50 WIB
 

Pilkada Kota Bekasi 2018

Kader Kecewa PDIP Usung Orang Luar

Oleh : - | Senin, 8 Januari 2018 | 18:08 WIB
Kader Kecewa PDIP Usung Orang Luar
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - PDI Perjuangan Kota Bekasi nyaris dipastikan tidak mengusung kader internal dalam Pilkada Kota Bekasi 2018.

Tampil sebagai pemenang pemilu legislatif 2014 dengan perolehan 12 kursi di DPRD, moncong putih justru lebih memilih mendukung Tri Adhianto, birokrat yang sekarang sudah bersalin baju menjadi kader Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Bekasi dibuktikan dengan kepemilikan Kartu Tanda Anggota (KTA) nomor 1002.0005688.030170.1.17 partai untuk menjadi calon wakil Rahmat Effendi (petahan) dari Golkar.

"Tri Adihanto birokrat sudah ber-KTA PAN untuk berpasangan dengan Rahmat Effendi Pilkada Kota Bekasi," ujar kader senior yang pernah menjabat sebagai Koordinator Kecamatan PDI Perjuangan di tahun 1997 atau era awal partai terbentuk Uyun Saeful Yunus, Senin (8/1/2018).

Sebagai partai pemenang Pileg 2014, menurut Uyun, semestinya partai bisa mencalonkan kadernya sendiri. Sebab, ia yakin betul PDI Perjuangan bisa menang melawan petahana.

"Saya yakin sekali kok, kalau partai bisa menang melawan petahana dengan potensi soliditas kader dan basis massa partai," kata dia.

Uyun mengatakan, keputusan memberikan rekomendasi ke orang luar partai, jelas bukan watak dari PDI Perjuangan. Artinya kata dia, PDI Perjuangan sudah menyimpang jauh.

"Sudah seharusnya PDI Perjuangan menurunkan kader-kadernya dalam setiap hajatan politik. Karena kader terbaik partai pastilah mereka yang punya jiwa kerakyatan yang tau apa maunya rakyat," jelasnya.

Apalagi, sudah jelas bahwa seorang Tri Adhianto adalah sosok yang tidak mandiri. Ia merupakan anak buah Rahmat Effendi, yang selama ini terlibat aktif menjalankan kebijakan tentang pembangunan sebagai kepala Dinas Bina Marga dan Tata Air di bawah kendali Rahmat Effendi.

Yang mana menurut Uyun, banyak kebijakan pembangunan di Kota Bekasi yang tidak berpihak kepada wong cilik. "Lihat penggusuran di Kota Bekasi, apakah itu memihak wong cilik," kecam Uyun.

Uyun berharap, kebijakan partai masih bisa dievaluasi dan ditarik kembali. Jelang pendaftaran, ia meminta agar PDI Perjuangan tetap mengusung kader sendiri. Apalagi, PDI Perjuangan memiliki banyak kader potensial.

"Jalankan saja mekanisme yang ada. Kita sudah buka penjaringan. Ya ambil saja figur yang sudah ikut penjaringan. Ambil figur yang memang diingkan rakyat dan kader," tutupnya.

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x