Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 24 Mei 2018 | 11:03 WIB
 

29 KK di Bendo Mengungsi Akibat Banjir

Oleh : - | Kamis, 4 Januari 2018 | 01:06 WIB
29 KK di Bendo Mengungsi Akibat Banjir
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Ponorogo - Sebanyak 29 kepala keluarga (KK) yang menjadi korban banjir di Dusun Bendo, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, masih mengungsi di rumah warga yang lebih aman.

"Berdasarkan data sementara, warga korban banjir di Dusun Bendo yang harus mengungsi sebanyak 29 KK terdiri dari 93 jiwa, empat di antaranya anak balita," ujar Kepala Desa Ngindeng Katenan, Rabu (3/1/2018).

Salah seorang warga yang rumahnya terendam banjir, Sainen menuturkan sejak Selasa malam keluarganya mengungsi di rumah Bukori, tetangganya yang lebih aman dari banjir.

"Rumah saya dihuni dua kepala keluarga, semuanya tujuh orang. Sejak kemarin mengungsi di rumah Bukori, tidak tahu sampai kapan. Karena sampai sekarang masih kotor belum dibersihkan," kata Sainen.

Warga lain, Rusik mengatakan hal senada. Sejak Selasa (2/1) malam seluruh keluarganya mengungsi di rumah tetangganya yang lebih aman, karena lantai rumah dipenuhi lumpur yang terbawa banjir.

"Kondisi rumah penuh lumpur seperti ini, sehingga kami sekeluarga terpaksa harus mengungsi," kata Rusik di sela-sela membersihkan rumah bersama anggota polisi dan relawan.

Banjir akibat arus sungai terhambat bangunan proyek Waduk Bendo yang saat ini sedang dalam pengerjaan tersebut merendam rumah Rusik hingga setinggi sekitar 100 centimeter. Sehingga bukan hanya lantai dan perabot rumah yang terendam, tapi juga berbagai macam barang dagangan di kiosnya.

"Barang dagangan saya seperti pupuk, kebutuhan dapur, gabah, dan yang lain semua terendam. Tapi katanya pihak yang mengerjakan proyek akan mengganti kerugian, sehingga barang-barang ini tidak boleh dipindah dulu sebelum dilakukan penghitungan," ujarnya.

Warga lain, Daman menuturkan rumahnya dihuni oleh dua KK, yaitu keluarga Daman dan keluarga mertuanya, Kateman. Seluruh keluarganya, kata dia menginap di rumah saudara yang tinggal di desa lain.

"Kami punya famili di Desa Prayungan, sehingga untuk sementara mengungsi di sana. Hari ini saya pulang untuk membersihkan rumah dari kotoran yang terbawa banjir," ucapnya.[tar]

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x