Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 21 Mei 2018 | 02:17 WIB
 

Gunung Agung Erupsi, Wisatawan Batal ke Bali

Oleh : Dewa Putu Sumerta | Kamis, 14 Desember 2017 | 02:02 WIB
Gunung Agung Erupsi, Wisatawan Batal ke Bali
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Badung - General Manager PT Angkasa Pura I Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Yanus Suprayogi meminta kepada semua elemen untuk bahu membahu me-recovery pariwisata Bali yang tengah anjlok akibat becana erupsi Gunung Agung.

Yanus mengakui bahwa terjadi penurunan drastis jumlah kedatangan turis ke Bali sejak bencana erupsi Gunung Agung yang tingginya mencapai 3.142 mdpl tersebut.

"Perkembangan bandara kita tahu bersama, penumpang itu turun sekitar 40-50 persen. Dari 60 ribu penumpang tinggal tersisa 30-40 ribu penumpang," kata Yanus di Kuta, Rabu 13 Desember 2017.

Yanus mengungkapkan jika penurunan penumpang itu terjadi untuk kedatangan domestik dan internasional. Sementara, khusus untuk kedatangan internasional Yanus mengakui kondisinya lebih memprihatinkan, karena semakin banyak yang melakukan pembatalan kedatangan.

"Terutama China yang tak mau terbang ke Bali, Jepang juga dan negara-negara tetangga lainnya," ungkapnya.

Lebih jauh, Yanus menjelaskan, kebanyakan dari mereka menginfirmasikan pembatalan kedatangan karena mereka khawatir imbas dari letusan gunung yang terletak di Kabupaten Karangasem tersebut.

"Alasan mereka khawatir, tidak berani. Sekarang itu kondisinya hampir semua maskapai mengalami penurunan," jelasnya.

Yanus juga menyebut belum banyak maskapai yang melakukan pemberangkatan terbang ke Pulau Dewata. "Pesawatnya banyak, tapi penumpangnya yang berkurang," sebutnya.

Melihat realita ini, Yanus meminta kepada media untuk ikut membantu me-recovery pariwisata yang tengah drop. Menurutnya, dalam kondisi seperti ini ia berharap diberitakan yang berimbang.

"Sekarang yang diberitakan cuma Gunung Agung meletus dan pengungsian. Tolong yang fair. Obyek wisata kita yang lain masih aman. Saya minta itu diekspos ramai-ramai agar recovery kita lebih cepat," pintanya.

Yanus menegaskan Bandara Ngurah Rai telah memiliki skenario soal bencana erupsi Gunung Agung. Jika akhirnya turis terpaksa menginap di Bandara Ngurah Rai karena ditutup, jika ingin tidur di bandara telah disiapkan tempat yang nyaman.

Ia juga menjamin makanan dan minuman juga telah disiapkannya. Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu ketika bandara terpaksa ditutup akibat abu vulkanik Gunung Agung.[jat]

Komentar

 
Embed Widget

x