Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 16 Agustus 2018 | 00:30 WIB

Marak Pencurian Sepeda Motor di Bandarlampung

Oleh : - | Minggu, 3 Desember 2017 | 13:00 WIB
Marak Pencurian Sepeda Motor di Bandarlampung
(Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Lampung - Sejumlah warga di Kota Bandarlampung kembali mencemaskan maraknya pencurian sepeda motor yang dialami warga yang terjadi hampir setiap hari.

Beberapa warga di kawasan Sukarame dan Telukbetung serta kawasan lain di Kota Bandarlampung, mengaku telah menjadi korban pencurian sepeda motor baik yang diparkirkan di tempat umum maupun dicuri saat berada di teras atau dalam rumah mereka masing-masing.

Isman, warga Kelurahan Sukarame, Kecamatan Sukarame, mengaku beberapa hari lalu telah kehilangan sepeda motor Honda Beat yang digunakan selepas magrib di perempatan lampu merah Jl Endro Suratmin, dekat Masjid Al Huda Sukarame.

"Motor saya parkirkan depan konter pakaian, saya masuk sebentar ketemu kawan. Saat keluar motor sudah tak ada lagi, padahal sudah dikunci setangnya," kata Isman, Minggu (3/12/2017).

Dia kemudian melaporkan kasus itu ke Polsek Sukarame. Sebelumnya, Ahmad, juga warga Sukarame kehilangan sepeda motor Honda Vario yang digunakan saat bercukur di Divka Barber Jl Pangeran Antasari Bandarlampung. Kendati sudah dilaporkan ke Polsek Tanjungkarang Timur dan diketahui dua pelakunya terlihat jelas berdasarkan hasil CCTV yang ada, hingga kini belum berhasil dibekuk pihak kepolisian setempat.

Menurut Maman Suparman Ketua RT 03 Lingkungan II Kelurahan Sukarame, Kecamatan Sukarame, Bandarlampung, dalam beberapa pekan ini pihaknya menerima informasi dan laporan warga yang kehilangan sepeda motor saat diparkir maupun berada di halaman/teras maupun di dalam rumah. Pihaknya sudah minta korban melaporkan kasus itu kepada aparat berwenang, namun hingga saat ini belum diketahui perkembangan kasusnya.

Dia membenarkan, kasus pencurian sepeda motor belakangan banyak dialami warganya, sehingga sejak beberapa waktu lalu bersama jajaran kelurahan dan aparat kepolisian setempat menggencarkan patroli bersama melalui poskamling terpadu di dekat Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung.

Kosim, warga Telukbetung Barat juga menyampaikan beberapa hari lalu salah satu tetangganya kehilangan sepeda motor yang sedang diparkirkan di dekat rumahnya.

Kecemasan juga disampaikan mahasiswa beberapa perguruan tinggi negeri maupun swasta di Bandarlampung karena khawatir mereka menjadi korban pencurian sepeda motor saat menggunakannya di dalam maupun di luar kampus di wilayah Kota Bandarlampung ini.

Mereka cemas, karena tak saja saat diparkirakan di luar, sepeda motor yang digunakan saat diparkirkan di lingkungan kampus pun rawan menjadi incaran pelaku pencurian sepeda motor.

Belum lama ini Polresta Bandarlampung melansir hasil Operasi Sikat Krakatau yang juga menjaring dan menangkap komplotan pelaku pencurian sepeda motor. Polisi berhasil menangkap pelaku berikut barang buktinya. Polisi juga beberapa kali terpaksa menembak pelaku pencurian sepeda motor maupun kepada pelaku begal.

Warga yang mendapati pelaku pencurian atau pembegalan sepeda motor pun berkali-kali menghakiminya, hingga babak belur bahkan, beberapa di antaranya hingga tewas di tempat.

Namun masih banyak kasus pencurian sepeda motor maupun tindak kriminalitas lainnya dialami warga di Bandarlampung, khususnya kasus pencurian sepeda motor yang belakangan kembali marak terjadi.

Diduga pelaku pencurian sepeda motor itu adalah jaringan dari luar Bandarlampung yang setiap hari berkeliling mencari korbannya, terutama menjelang maghrib hingga malam hari. Pelaku juga ditengarai menjual hasil kejahatan itu keluar daerah, sehingga sulit terlacak dan terungkap.

Karena itu, warga berharap pihak kepolisian dan aparat keamanan di daerah ini segera mengambil tindakan tegas yang diperlukan untuk menangani kasus pencurian sepeda motor yang belakangan marak lagi itu.
"Harus ada upaya terpadu dan bersungguh-sungguh dilakukan pihak kepolisian untuk menangani kasus pencurian sepeda motor yang masih terus berlangsung itu," kata Irwan, salah satu warga Bandarlampung. [tar]

Komentar

x