Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 27 April 2018 | 08:09 WIB
 

IDI: Perawatan Tersangka Korupsi Profesional

Oleh : Agus Irawan | Selasa, 28 November 2017 | 14:04 WIB
IDI: Perawatan Tersangka Korupsi Profesional
Ketua Umum Pengurus Besar IDI Dr. Ilham Oetama Marsis - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Menyikapi sikap publik yang mempertanyakan sikap IDI sebagai organisasi profesi dokter terhadap tindakan dokter yang melakukan perawatan pada tersangka korupsi yang dipandang tidak sesuai.

Ketua Umum Pengurus Besar IDI Dr. Ilham Oetama Marsis menyampaikan IDI sebagai organisasi profesi dokter di Indonesia tetap mendorong agar seluruh dokter dalam menjalankan praktik kedokteran harus tetap mengacu kepada standar prosedur operasional yang didasarkan kepada perkembangan iptek kedokteran terbaru serta mengutamakan keselamatan pasien (patient safety).

"Penyimpangan praktik kedokteran tidak bisa disimpulkan hanya melalui foto yang beredar melalui sosial media," kata Marsis di kantornya, Jalan Ratulangi, Jakarta Pusat, Selasa (28/11/2017).

Marsis menyebutkan, pihaknya perlu memastikan penyimpangan tersebut benar dilakukan oleh dokter atau ada pihak lain di fasilitas kesehatan yang melakukan hal tersebut kepada pasien.

"Oleh karenanya PB IDI menghimbau agar masyarakat tidak langsung menyalahkan dokter pada setiap kasus yang ada." jelasnya.

Dia mengungkapkan dugaan penyimpangan praktik kedokteran yang dilakukan oleh dokter anggota IDI, PB IDI melalui Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) di tingkat pusat telah berkoordinasi dengan MKEK di tingkat cabang dan wilayah untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap dokter terkait.

Sementara itu, Ketua MKEK Pusat Dr. Prijo Sidipratomo menyampaikan hasil pemeriksaan akan dilaporkan oleh MKEK Wilayah kepada MKEK Pusat dalam waktu dekat.

"Kami selaku organisasi profesi menjamin kepada publik bahwa pengawasan dan pembinaan praktik kedokteran oleh dokter anggota IDI terus dilakukan oleh IDI di tingkat cabang hingga pusat. Pelanggaran yang dibuktikan melalui persidangan etik akan dijatuhi sanksi etik sesuai dengan berat/tidaknya pelanggaran," tegasnya. [rok]

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x