Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 17 Oktober 2018 | 22:35 WIB

Mahasiswa UIN Malang Antre Selfie Bersama Gatot

Sabtu, 25 November 2017 | 16:31 WIB

Berita Terkait

Mahasiswa UIN Malang Antre Selfie Bersama Gatot
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memberikan kuliah umum di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Maliki Ibrahim Malang. - (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memberikan kuliah umum di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Maliki Ibrahim Malang, Jawa Timur, Jumat (24/11/2017).

Dalam rilis kepada media di Jakarta, Sabtu (25/11/2017), ribuan mahasiswa menyambut hangat kehadiran Panglima TNI yang sebentar lagi pensiun. Banyak di antara mahasiswa meminta swafoto alias selfie dengan Panglima Gatot.

Saat memberikan kuliah umum, Gatot menerangkan soal bahaya proxy war. Di mana, proxy war merupakan perang tanpa bentuk, tak jelas siapa kawan maupun lawan.

"Proxy war harus diwaspadai karena aksi ini tidak dapat dikenali dengan jelas siapa kawan dan siapa lawan karena musuh mengendalikan dari jauh," kata Gatot yang menjadi saksi penandatanganan Resolusi Ketahanan Informasi Nasional di Kampus UIN Malang, Jawa Timur.

Kemudian lanjut Gatot, untuk meraih cita-cita, para mahasiswa diharapkan belajar dengan giat. "Para mahasiswa harus selalu menjaga dan meningkatkan akhlak dan budi pekerti," pesan Gatot.

Pada kesempatan itu, Gatot menyampaikan banyak hal tentang proxy war yang mesti diwaspadai, mulai dari teori kependudukan, tantangan masa depan dan upaya antisipasinya.

Selain memberi kuliah, Gatot menjadi saksi penandatanganan resolusi ketahanan informasi nasional yang ditandatangani oleh perwakilan dari berbagai unsur, mulai TNI, perguruan tinggi, ormas, media massa, dan
lainya.

Mereka berkomitmen dan sepakat untuk membangun sinergi bersama dalam mewujudkan Ketahanan Informasi Nasional dari ancaman proxy war, hoax, dan ujaran kebencian di segala bidang.

Menurutnya, dalam kondisi ancaman tersebut, memerlukan penyeimbang dengan pembentukan dan penguatan informasi positif tentang NKRI. Bentuk dan upaya penguatan ketahanan informasi nasional ini diwujudkan melalui trilogi informasi positif yakni membangun building, menginspirasi , dan mengajak berpikir positif.

Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Imam Wahyudi mengatakan, pihaknya bertekad untuk mewujudkan dan menciptakan ketahanan informasi nasional bersama. "Ketahanan ini sebagai bentuk pengabdian kami untuk bangsa dan negara," ucapnya.

Turut menandatangani resolusi ini, yaitu Aster Panglima TNI Mayjen Kustanto Widiatmoko MDA, perwakilan Forum Rektor Jawa Timur Prof Dr Abdul Haris MAg, Lembaga Infokom (LTN) PBNU H Khoirul Anwar MPd, dan Ketua PD XIII GM FKPPI Jawa Timur Ir R Agoes Soerjanto.

Selanjutnya dari unsur media, yaitu Pemimpin Redaksi Times Indonesia Yatimul Ainun, Direktur Malang Post H Sudarno, dan Ketua Dewan Pertimbangan IJTI Imam Wahyudi. [fad]

Komentar

Embed Widget
x