Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 23 Oktober 2018 | 11:31 WIB

BPBD: 720 Rumah Rusak Akibat Puting Beliung

Kamis, 23 November 2017 | 19:31 WIB

Berita Terkait

BPBD: 720 Rumah Rusak Akibat Puting Beliung
(Foto: Beritajatim)

INILAHCOM, Sidoarjo - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo terus melakukan pendataan secara detail rumah korban puting beliung di Kecamatan Waru.

Data terakhir yang diterima menyebut angka kerusakan rumah warga hingga saat ini menjadi 720 rumah. Jumlah itu terbagi di tiga desa yang ada di Kecamatan Waru Sidoarjo.

Kepala BPBD Sidoarjo, Dwijo Prawito mengatakan kerusakan rumah warga yang rusak akibat puting beliung hingga saat ini mencapai 720 rumah. Jumlah itu meningkat dari sebelumnya yang hanya mencapai 606 rumah.

"Setelah kita lakukan pendataan lagi, ternyata masih nambah dari sebelumnya 606 menjadi 720 rumah," katanya, Kamis (23/11/2017).

Namun demikian, pihaknya masih melakukan pendataan berdasarkan laporan masyarakat yang didampingi perangkat desa setempat. Jumlah kerusakan itu terdiri dari rumah, fasilitas umum atau fasilitas sosial, maupun masjid.

"Kami belum merinci. Yang jelas Ada tiga desa yang menjadi korban puting beliung. Diantaranya, Desa Tambak Rejo, Tambak Sumur dan Tambak Sawah, jumlahnya 720," rinci mantan Kadin PU Cipta Karya Kabupaten Sidoarjo itu.

Hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan pendataan atas kerusakan rumah warga. Untuk sementara waktu, rumah warga yang belum bisa ditempati akan diungsikan ke salah satu sekolah di Tambak Rejo, dan masing-masing balai desa setempat.

"Bentuk bantuan seperti makanan dan minuman akan segera didistribusikan kepada warga yang menjadi korban puting beliung. Untuk Posko bantuan di pusatkan di Balai Desa Tambak Rejo," pungkas Dwidjo.

Terpisah Gus Mahmud Abdullah Ubaid Pengasuh Ponpes Mamba'ul Quran menyatakan, angin yang menghempas pondoknya hanya hitungan tidak lebih 5 menit. Angin yang datang sangat kencang. Atap pondok dan rumahnya runtuh.

Untuk sementara kegiatan pesantren masih dijalankan secara perlahan sambil menunggu perbaikan.

"Untuk sementara belum bisa ditempati. Kami bersama santri kerja bakti untuk melakukan pembenahan kerusakan yang ada," pungkas putra pertama almarhum KH Abdullah Ubaid Hambali tersebut.[beritajatim]

Komentar

Embed Widget
x