Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 20 Oktober 2018 | 21:23 WIB

Pidato Berbau SARA

Polri Setop Kasus Viktor Laiskodat, Ini Alasannya

Oleh : Muhamad Yusuf Agam | Selasa, 21 November 2017 | 15:20 WIB

Berita Terkait

Polri Setop Kasus Viktor Laiskodat, Ini Alasannya
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Herry Rudolf Nahak - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Herry Rudolf Nahak mengatakan penyidik tak bisa melanjutkan laporan dugaan ujaran SARA yang diduga dilakukan oleh politikus Partai Nasdem Viktor Laikodat. Viktor disebut memiliki hlk imunitas sebagai anggota DPR.

"Itu kita dapat informasi bahwa dia melakukan (pidato) pada saat reses dan melaksanakan tugas. Ada surat tugas. Sehingga berlaku hal imunitas diatur Undang-undang MD3. Itu berarti hal imunitas anggota DPR. Itu hasil penyelidikan," kata Herry kepada waratwan di gedung LIPI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (21/11/2017).

Saat wartawan kembali menyanyakan apakah kasus Viktor akan dihentikan atau tidak, Herry mengindikasikan akan dihentikan karena ada hak imunitas yang melindungi Viktor sebagai anggota DPR.

"Pidananya udah nggak mungkin (disidik) karena imunitas. Bukan nggak ada unsur pidana, tapi ada hak imunitas yang melindungi dia. Pidana mungkin ada, tapi dia anggota DPR," jelas dia.

Herry lalu mengatakan bahwa kewenangan saat ini ada ditangan Majelis Kehormatan Dewan (MKD) DPR.

"Kewenangan ada di MKD DPR, bukan dipolisi karena hak imunitas. Nanti biar MKD yang menangani," ungkapnya.

Sebelumnya, Viktor Laiskodat dilaporkan atas pidatonya yang menyebut sejumlah partai politik mendukung pro-khilafah dan intoleran. Adapun pelapornya adalah Partai Gerindra, PAN, Demokrat, dan PKS.

Viktor dituduh melanggar Pasal 156 KUHP atau UU Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.[jat]

Komentar

Embed Widget
x