Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 Agustus 2018 | 22:01 WIB

Usut Kasus Heli AW, TNI Tak Bentuk Tim Koneksitas

Oleh : - | Rabu, 8 November 2017 | 21:16 WIB
Usut Kasus Heli AW, TNI Tak Bentuk Tim Koneksitas
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Pembinaan Penyidikan Polisi Militer (POM) TNI, Bambang Sumarsono mengakui pihaknya tak membentuk tim koneksitas dalam mengusut kasus dugaan korupsi pengadaan Helikopter AugustaWestland (AW) 101 bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal ini disampaikan Bambang saat dihadirkan oleh KPK sebagai saksi fakta dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (8/11/2017). Praperadilan diajukan oleh Direktur PT Diratama Jaya Mandiri, Irfan Kurnia Saleh yang sudah jadi tersangka kasus Heli AW101.

Kuasa hukum Irfan, Maqdir Ismail bertanya kepada Bambang terkait tim koneksitas yang diatur dalam Undang-undang Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer.

Menurut dia, Pasal 198 ayat (2) UU Peradilan Militer mewajibkan adanya tim yang terdiri dari Polisi Oditur Militer dan penyidik dalam lingkungan peradilan umum apabila perkara juga melibatkan masyarakat umum.

"Sepanjang yang saudara ketahui dalam perkara ini, apakah pelaksanaan ketentuan tim koneksitas sudah dilaksanakan apa belum?," kata Maqdir.

Kemudian, Bambang menjawab kalau ketentuan tersebut belum dilaksanakan. "Tidak melaksanakan," ujarnya.

Menurut dia, Undang-undang Nomor 31 Tahun 1997 itu belum pernah berubah. Jadi, POM TNI sudah berulang kali berkoordinasi dengan KPK dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Heli AW101 ini.

"Kami menanyakan ke penyidik itu sudah dilakukan rapat koordinasi," jelasnya.

Irfan Kurnia Saleh mengajukan gugatan praperadilan atas penetapan sebagai tersangka oleh KPK. Salah satu aspek yang dipersoalkan dalam gugatan praperadilan adalah mekanisme koneksitas dalam penanganan perkara yang diduga melibatkan sipil dan militer.

Dalam kasus ini, TNI menetapkan lima orang tersangka dari jajarannya. Sementara, KPK hanya menetapkan satu tersangka, yakni Irfan, sebagai pihak swasta. [ton]

Komentar

x