Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 21 September 2018 | 21:56 WIB

Bolos, Pelajar Ini Malah Mesum di Kamar Kos

Rabu, 1 November 2017 | 19:32 WIB

Berita Terkait

Bolos, Pelajar Ini Malah Mesum di Kamar Kos
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Kediri - Seorang pelajar tingkat SMA di Kota Kediri terjaring razia yang digelar Satpol PP setempat saat berduaan dengan pasangannya di sebuah kamar kos. Pelaku bolos sekolah dan ditengarai berbuat mesum.

Ialah adalah TK, siswa SMA asal Desa Joho, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri yang terciduk Satpol PP bersama pasangannya OL, asal Desa Jongbiru, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri.

Kedua 'diringkus' dari rumah kos di Kelurahan Semampir Gang Tengah RT. 32 RW. 05 Kelurahan Semampir Kecamatan Kota Kediri.

Kabid Trantib Satpol PP Kota Kediri Nur Khamid membenarkan adanya indikasi mesum yang dilakukan pasangan tersebut. Sebab sewaktu didatangi petugas, mereka berada di dalam kamar dalam keadaan tertutup. "Ada indikasi mereka berbuat mesum," katanya, Rabu (1/11/2017).

Razia ini digelar Satpol PP dalam rangka menciptakan kondisi tertib dan tentram di Kota Kediri. Petugas berangkat dari Markas Satpol PP di Jalan Veteran lalu menuju ke sasaran. Tempat tempat yang dituju memang sudah ditentukan berdasarkan aduan dari masyarakat.

Selain rumah kos di Kelurahan Semampir, petugas juga menyasar di Lingkungan Grogol Kelurahan Singonegaran Kecamatan Pesantren Gg Arum RT.10 RW. 09. Ialah usaha kos milik Harnoto.

Dari tempat itu diamankan penghuni kos atas nama Nurdin asal Dusun Ngreco RT. 02 RW.04 Kelurahan Ngreco Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri. Pasalnya, yang bersangkutan diduga menjual minuman keras dengan ditemukan barang bukti beberapa botol.

Petugas juga mendatangi simpang empat Jl. A. Yani, Kota Kediri. Di tempat ini petugas berhasil menjaring dua gelandangan dan pengemis Ela dan anaknya RH yang sehari hari tinggal di Kelurahan Semampir Gg. Tengah RT.15 RW. 02. Kesemuanya langsung digiring ke Markas Satpol PP.

"Untuk pelajar yang kami amankan dari kos kita lakukan pendataan dan pembinaan. Kedua orang tuanya kita panggil bersama gurunya. Kita berita catatan tersendiri sebelum akhirnya kita serahkan kepada orang tuanya untuk dididik," pungkas Nur Khamid.[beritajatim]

Komentar

x