Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 15 Agustus 2018 | 09:04 WIB

Indonesia Beri Syarat Pembelian Sukhoi ke Rusia

Oleh : Ray Muhammad | Jumat, 22 September 2017 | 17:11 WIB
Indonesia Beri Syarat Pembelian Sukhoi ke Rusia
Menkopolhukam Wiranto - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menkopolhukam Wiranto menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Istana untuk melaporkan perkembangan pembelian pesawat Sukhoi 35 dari Rusia.

Wiranto menjelaskan, pembelian pesawat Sukhoi 35 ini diperlukan sebagai syarat kelengkapan alutsista dalam negeri dalam rangka meningkatkan pertahanan nasional.

"Tadi saya lapor Presiden soal pembelian pesawat Sukhoi 35. Kami kan, sudah berencana untuk melengkapi alutsista kita walaupun kemungkinan perang itu tipis. Ini untuk menjaga wilayah kedaulatan kita perlu penguatan-penguatan alutsista," ujar Wiranto di area Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (22/9/2017).

Disamping itu, pengadaan Sukhoi ini juga diperlukan untuk penguatan nilai tawar Indonesia dari segi diplomasi kancah internasional.

"Pengalaman waktu kita merebut Irian Barat itu juga perlu kekuatan yang besar untuk bargaining position dari soal diplomasi politik, ya," ucapnya.

Adapun sejauh ini, Indonesia telah menyepakati kontrak pembelian delapan unit pesawat Sukhoi. Rencananya akan ditambah pembeliannya sebanyak 11 unit lagi, sehingga total 19 pesawat.

"Kita kan sudah beli Sukhoi 35 itu delapan buah lengkap. Nah, sekarang kita berencana untuk beli lagi 11, itu sudah rencana lama ini.
Tetapi kami perketat syaratnya kepada si penjual supaya enggak seenaknya menjual tanpa ada keuntungan dari kita. Banyak hal yang bisa kita dapatkan," tuturnya.

Persyaratan tersebut, jelasnya, meminta 50 persen imbal dagang yang dibayar dengan sejumlah komoditas dari Indonesia sebagai bentuk persyaratan yang diajukan Indonesia.

"Ada 17 komoditas yang sekarang sedang dibincangkan, kira-kira mana. Akan tetapi, banyak hal yang kita bisa membayar pakai minyak kelapa sawit. Bisa kita pakai kopi, tembakau, juga kemarin muncul lagi bisa dibayar pakai industri perang-perang militer, seragam dan jaket yang anti peluru. Kami sudah punya itu. Dengan demikian, maka akan menghidupkan industri dalam negeri," paparnya.

Lebih jauh, melalui pembelian Sukhoi ini pemerintah juga akan memberikan peluang untuk mengekspor barang-barang komoditas tanah air dengan harga yang wajar.

"Lalu berikutnya alih teknologi. Harus kita nanti diberikan kesempatan untuk membangun pabrik suku cadang Sukhoi di Indonesia, sehingga kita menjadi pusat pemasaran Sukhoi di wilayah Asia. Kontain dari perlengkapan itu berangsur-angsur selama lima tahun lah, nanti 10 persen ditingkatkan," ungkapnya.

Persyaratan-persyaratan itu, kata Wiranto, disetujui oleh Rusia selaku penjual pesawat tersebut. Proses negosisasi ini pun diharapkannya selesai akhir tahun ini.

"Jadi, itu banyak hal lagi yang kami persyaratkan untuk membeli. Mereka setuju ternyata. Mereka butuh, masih dalam proses ini mudah-mudahan Desember. Ini kita juga bisa tandatangani untuk menambah armada sukhoi 35 itu. Jadi, dikirim 19. Kita lihat nanti ya. Sekarang kita mencoba untuk melakukan suatu G to G (government to government) lebih efisien," tandasnya. [ton]

Komentar

x