Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 23 Mei 2018 | 06:43 WIB
 

Hari Buku Internasional, Rafferty Rilis 'Senggang'

Oleh : - | Minggu, 23 April 2017 | 22:22 WIB
Hari Buku Internasional, Rafferty Rilis 'Senggang'
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Malang - Penerbit Rafferty Publisher menggelar peluncuran dua buku terbitannya dalam konsep bedah buku dan diskusi di Toko Buku Toga Mas Dieng Malang, Jawa Timur, Minggu (23/4/2017) sore.

Adapun dua buku yang diluncurkan pada kesempatan kali ini adalah Senggang karangan Raiy Ichwana dan Second Lead Love Song yang ditulis oleh Prima Dewanti. Peluncuran kedua novel berbeda genre itu pun dilakukan dalam rangka memperingati Hari Buku Internasional yang jatuh pada hari ini.

Para pembaca kedua novel itu yang tergabung dalam komunitas Booklicious pun diundang hadir untuk berdiskusi langsung dengan novelis idola mereka.

Sesi pertama, diawali dengan diskusi bersama Prima Dewanti untuk membedah novel bergenre roman remaja karangannya. Usai pemaparan dan sesi tanya jawab, Prima pun mengajukan sebuah pertanyaan soal cuplikan novelnya kepada salah seorang pembacanya.

Pembaca yang bernama Zulkarnain itu pun menjawab pertanyaan dan mendapatkan buku gratis dari Prima plus tandatangan.

Sesi kedua, giliran novel Senggang yang dikupas habis. Raiy Ichwana selaku penulis menyampaikan bahwa motivasinya menulis Senggang karena tergugah akan perenungan spiritual dan kegemarannya akan komedi.

"Rasanya enggak akan ada yang mau baca kalau saya buat buku spiritual doang yang isinya berat. Komedi itulah yang membantu saya membuat Senggang menjadi ringan," kata Raiy di lokasi.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa Senggang merupakan novel yang dibuatnya sebagai persembahan tiga tahun ibunya yang telah meninggal dunia.

"Sebenarnya Senggang bukanlah naskah pertama saya. Sebelumnya sudah ada naskah lainnya yang saya susun. Akan tetapi, ketika Ibu saya meninggal dunia, hal itu merubah dan merombak total tulisan saya," jelasnya.

Senggang, lanjutnya, ditulis selama lima tahun. Adapun persoalan riset menjadi alasan lambatnya proses kreatif novel tersebut."Saya kesulitan mencari buku-buku yang membahas soal alam gaib dari sudut pandang ilmiah. Di Indonesia masih sangat langka, lebih ke mistik. Mau tidak mau, saya pakai referensi buku yang ditulis Michio Kaku tentang Hyperspace. Membacanya butuh waktu yang lama," tuturnya.

Adapun Senggang menceritakan tentang seorang mahasiswa bernama Jastin yang dipanggil Jaja yang merasa rapuh usai kehilangan ibunya akibat kecelakaan. Pertemuannya dengan Pak Ego, pembimbing magangnya membangkitkan kembali semangat hidup dan membuka sudut pandang lain baginya akan kehidupan.

Eko Cahyono, pemerhati perpustakaan yang turut hadir dalam kesempatan itu menilai Senggang merupakan novel ringan yang memiliki makna dan pesan mendalam.

"Dari cover saja sudah terlihat mengajak pembaca untuk santai sejenak dengan gambar kopi. Akan tetapi ada makna dalam spiritual yang mungkin selama ini diabaikan anak muda," ucap peraih tiga kali penghargaan Kick Andy Heroes ini.

Ia mengharapkan agar semakin banyak karya dengan genre beragam yang ditulis anak muda, sehingga pembaca tak melulu disajikan dengan jenis bacaan yang itu-itu saja.

"Senggang ini buku 'gado-gado'. Isu keberagaman ada, isu klenik di masyarakat ada tapi yang paling menonjol humornya," ucap pria yang juga dikenal sebagai pemerhati sosial ini.

Usai diskusi, Raiy pun memberikan kuis untuk membagikan bukunya. Terakhir, ia bersama seluruh tamu undangan yang hadir menyampaikan ucapan selamat hari buku se-dunia. Senggang dan Second Lead Love Song pun secara resmi dijadwalkan rilis di toko buku Toga Mas mulai 1 Mei 2017 usai sebelumnya dijual secara daring.

Komentar

 
Embed Widget

x