Find and Follow Us

Minggu, 20 Oktober 2019 | 17:44 WIB

Sumpah Pemuda Sebenarnya Buatan Soekarno-Yamin?

Rabu, 28 Oktober 2015 | 12:11 WIB
Sumpah Pemuda Sebenarnya Buatan Soekarno-Yamin?
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Benarkah Pemuda Indonesia tidak pernah "Bersumpah" pada tanggal 28 Oktober 1928? Benarkah itu hanya pertemuan sejumlah pemuda yang ingin membuat sebuah terobosan dalam pergerakan kemerdekaan?

Peneliti sejarah asal Medan Dr Phil Ichwan Azhari, menyatakan sumpah pemuda yang diperingati setiap tahun oleh bangsa ini ternyata tidak memiliki dokumen dan bukti sejarah otentik."Berdasarkan data yang ada, tidak pernah ada satu baris pun ditulis kata Sumpah Pemuda dan para pemuda juga tidak sedang melakukan sumpah saat itu," katanya.

Berdasarkan catatan dan dokumen sejarah diketahui bahwa hari Sumpah Pemuda yang diperingati sebagai peristiwa nasional, merupakan hasil rekontruksi dari para 'Bapak Pembangun Bangsa" yang didasarkan pada ideologi-ideologi dari generasi yang berbeda.

"Peristiwa 28 Oktober 1928, yang diperingati sebagai hari Sumpah Pemuda adalah rekontruksi simbol yang sengaja dibentuk kemudian setelah sekian lama peristiwa tersebut berlalu, yaitu adanya pembelokan kata `Poetoesan Congres` menjadi kata Sumpah Pemuda," katanya.

Ichwan mengatakan, apabila teks asli hasil kongres pemuda 28 Oktober 1928 diteliti maka tidak akan ditemukan kata sumpah pemuda melainkan Poetoesan Congres.

Menurut dia, hal tersebut dilakukan sebagai cara Soekarno untuk memberi peringatan keras kepada dalang gerakan separatis yang mulai muncul menentang keutuhan Bangsa Indonesia.

Dalam arti bahwa, pembelokan kata "Poetoesan Congres" menjadi kata "Sumpah Pemuda" ditujukan dan digunakan sebagai senjata ideologi terhadap pihak separatis yang dinyatakan melanggar sumpah pemuda tahun 1928.

Pada tanggal 28 Oktober 1954, Presiden Soekarno dan Muhammad Yamin membuka Kongres Bahasa Indonesia yang kedua di Medan, dan Yamin dalam kapasitasnya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kabinet Ali Sastroamijoyo memberikan pidato pembukaan.

Pada saat itu, Soekarno dan Yamin, sedang membangun simbol yang menjadi bagian dari susunan ideologi sebuah bangsa dan negara, dimana pilihannya jatuh pada tanggal 28 Oktober 1928 dan saat itu pula kata "Poetoesan Congres" dibelokkan menjadi "Sumpah Pemuda".

Sejak saat itu yakni tahun 1954, tanggal 28 Oktober dianggap sebagai hari kelahiran sumpah pemuda untuk pertama kalinya. "Dengan kata lain bahwa Kongres Bahasa Indonesia kedua di Medan tahun 1954 itu, telah menjadi awal yang menganggap tanggal 28 Oktober 1928 sebagai hari kelahiran Sumpah Pemuda," katanya.

Peneliti sejarah lainnya Erond Damanik, mengatakan, pada intinya pembelokan kata Poetoesan Congres menjadi Sumpah Pemuda adalah sebagai upaya untuk membentuk kesadaran nasional atas kemerdekaan bangsa ini.

Namun tidak semestinya peristiwa tersebut melahirkan kontroversi baru dalam pembelajaran sejarah nasional Indonesia yang sudah semestinya mendapat penjelasan yang baik dalam pembelajaran sejarah Indonesia. [Ant/berbagai sumber]

Komentar

Embed Widget
x