Find and Follow Us

Selasa, 21 Januari 2020 | 10:21 WIB

Majelis Etik Gerindra Usut Kasus Pemukulan Kader

Oleh : Ajat M Fajar | Senin, 23 September 2013 | 02:08 WIB
Majelis Etik Gerindra Usut Kasus Pemukulan Kader
Ketua DPP Gerindra Bidang Advokasi, Habiburokhman - (Foto:Riset)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Majelis Etik DPP Partai Gerinda akan menyidangkan salah satu kadernya yang merupakan anggota DPRD Sulawesi Selatan, Abdul Halik Suang pada Selasa (24/9) besok.

Sidang etik ini dilakukan terkait kasus dugaan pemukulan yang dilakukan oleh Abdul Halik kepada seorang perempuan hamil beberapa waktu lalu.

"Pada Selasa (24/9) Majelis Etik DPP Partai Gerindra akan menyidangkan kasus dugaan pemukulan seorang perempuan hamil oleh oknum Caleg Gerindra di Sulawesi Selatan berinisial ACS," ujar Ketua DPP Gerindra Bidang Advokasi, Habiburokhman dalam keterangan persnya kepada INILAH.COM, Senin (23/9/2013).

Menurutnya, dalam kasus-kasus pelanggaran etika yang dilakukan oleh kader Partai Gerindar biasanya digelar di tingkat provinsi, namun karena kasus ini sudah menjadi sorotan publik maka, majelis etik mengambil alih kasus itu.

"Karena kasus ini sangat serius dan sudah mencoreng nama baik partai, maka kasus ini langsung diambil-alih Majelis Etik pusat yang berkedudukan di DPP," imbuhnya.

Habiburokhman menjelaskan, para anggota Majelis Etik adalah tokoh-tokoh senior Gerindra yang selama ini sudah banyak menyidangkan berbagai perkara pelanggaran kode etik dan menjatuhkan sanksi kepada mereka yang dilaporkan dan diyakini telah melakukan pelanggaran.

Sebelumnya, Anggota DPRD Sulawesi Selatan dari Partai Gerindra, Abdul Halik Suang dilaporkan ke Mapolsek Tamalate, Makassar, karena memukul seorang ibu hamil, Mega Violeta (25).

Halik memukul Mega di bagian wajahnya hingga babak belur. Sebelum pemukulan itu, kata Mega, Rabu (18/9/2013), keduanya terlibat pertengkaran karena saling berebut hendak mendahului dalam kemacetan di Jalan Tanjung Bunga, Makassar.

Akibat pemukulan itu, kata Kepala Polsekta Tamalate Kompol Syuaib Tunru, Mega mengalami pendarahan di bagian pangkal hidung hingga pendarahan. "Si anggota dewannya juga malah melapor balik korban dalam kasus pemukulan, keterangannya pelaku terlebih dahulu dicakar oleh korban," kata Syuaib.[jat]

Komentar

x