Find and Follow Us

Selasa, 19 November 2019 | 06:38 WIB

Produk Abal-abal Beredar Di Bali

Oleh : Dewa Putu Sumetra | Kamis, 19 September 2013 | 02:31 WIB
Produk Abal-abal Beredar Di Bali
Direktur Penyidikan Dirjen HKI Mohammad Adri - (Foto:istimewa)
facebook twitter

INILAH.COM, Kuta - Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (HKI) melansir bahwa banyak produk abal-abal atau palsu banyak beredar di wilayah Bali.

Direktur Penyidikan Dirjen HKI Mohammad Adri menyatakan beberapa produk abal-abal yang banyak beredar di pasaran yaitu jam tangan merek 'Swiss', spare part Honda, spare part Toyota, mesin genset dan lainnya yang banyak berasal dari produk China.

Menurut Adri, produk ilegal yang paling parah dan sangat menonjol dijual bebas di pasaran di wilayah Bali adalah jam tangan ternama merek 'Swiss'.

Dikatakan Adri, ada empat titik tempat penjualan jam ilegal merk terkenal dijual di mall yang berlokasi Jalan Kartika Plaza, Kuta. Hal itu, katanya terungkap dari razia gabungan yang melibatkan tim Mabes Polri.

"Di kampung turis Kuta sebagai jantungnya pariwisata Bali, konsumen dibohongi dengan membeli jam tangan palsu merk 'Swiss' seharga Rp6 juta. Padahal kalau produk asli jam tangan merk 'Swiss' harganya mencapai Rp60 jutaan. Mereka sudah bangga memakai jam tangan mahal, ternyata abal-abal," papar Adri, Rabu (18/9/2013).

Untuk mengantisipasi peredaran produk merk terkenal abal-abal itu, pihak Dirjen HKI telah melakukan kerja sama dengan pihak atau orang yang dikuasakan jam tangan 'Swiss' agar memastikan produk yang asli dan mana yang palsu.

"Modus penjualan merk palsu itu untuk menikmati ekonomi dengan mengeruk keuntungan besar namun sangat merugikan konsumen. Sekarang kasusnya masih bergulir dan belum final," jelasnya.

Lebih jauh Adri menyampaikan jika berbagai pelanggaran HKI telah diadukan dan sampai saat ini setidaknya ada 82 pengaduan dan 50 aduan telah ditindaklanjuti serta dua diantaranya telah diputus pengadilan.

"Pengaduan yang paling banyak ditemukan adalah pelanggaran terhadap hak cipta merek dan disain industri," tegasnya.[man]

Komentar

x