Find and Follow Us

Minggu, 8 Desember 2019 | 21:09 WIB

Kejagung Minta Kejati Sulsel Tuntaskan Kasus Moko

Oleh : Firman Qusnulyakin | Senin, 16 September 2013 | 23:14 WIB
Kejagung Minta Kejati Sulsel Tuntaskan Kasus Moko
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kejagung Setia Untung Arimuladi - (Foto : istimewa)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Tim Penyidik Jaksa Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) RI memerintahkan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel untuk mengusut tuntas kasus dugaan korupsi APBD Sulsel 2011/2012 dalam proyek pengadaan dan perakitan mobil toko (moko).

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kejagung Setia Untung Arimuladi mengatakan, tim penyidik Jampidsus sudah melakukan telaah atas laporan Anti Corruption Commite (ACC) Sulsel terkait dugaan tindak pidana korupsi pengadaan dan perakitan Moko dengan nilai proyek Rp5,9 miliar.

Setelah berkomunikasi dengan Direktur Penyidik (Dirdik) Jampidsus Kejagung, kata dia, diserahkan ke Kejati Sulsel untuk segera ditindaklanjuti guna mengungkap dugaan kerugian negara dalam kasus itu.

"Dari hasil kajian atau telaah laporan yang dimaksud (laporan ACC terkait kasus moko), telah diserahkan ke Kejati Sulsel untuk segera ditindaklanjuti," ujar Setia Untung via pesan singkat, Senin (16/9/2013).

Saat ditanya dugaan keterlibatan Irman 'None' Yasin Limpo selaku Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulsel yang melaksanakan proyek, Setia Untung enggan menanggapi lebih jauh.

"Yang jelas penanganannya diserahkan kepada Kejati Sulsel. Hasilnya, silakan nanti tanyakan ke Humas Kejati Sulsel apakah ada tindaklanjut atau belum," tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, mencuanya kasus ini melibatkan None yang tak lain adik kandung Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. Berdasarkan laporan ACC Sulsel, proyek tersebut sudah berjalan dengan target perakitan Moko sekitar 45 unit menggunakan anggaran Rp2,7 miliar pada 2011 dan dianggarkan lagi 50 unit pada 2012. Namun fakta di lapangan, hanya beberapa unit yang terealisasi. Tak hanya itu, ACC Sulsel juga menuding proyek tersebut tidak melalui mekanisme tender. [dit]

Komentar

x