Find and Follow Us

Jumat, 18 Oktober 2019 | 02:27 WIB

Pusat Pemerintah Indonesia Dipindah ke Jonggol

Oleh : Marlen Sitompul | Kamis, 12 September 2013 | 03:22 WIB
Pusat Pemerintah Indonesia Dipindah ke Jonggol
Ketua Komisi VII DPR Sutan Bhatugana - (Foto: inilah.com/Ardhy Fernando)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Pusat pemerintahan Indonesia dinilai sudah seharusnya dipindah dari DKI Jakarta. Alasannya, lingkungan hidup dan kepadatan penduduk di Jakarta.

Ketua Komisi VII DPR Sutan Bhatugana mengatakan, Jonggol merupakan lokasi yang tepat untuk dijadikan sebagai pusat pemerintahan. Sebab, jarak tempuh Jonggol masih terjangkau dari kota metropolitan itu.

"Pusat pemerintahan dipindah ke Jonggol jadi dibikin namanya Jaya Karta. Dari sini kan ada kereta api ke Jonggol," kata Sutan kepada INILAH.COM, Jakarta, Rabu (11/9/2013).

Menurut Sutan, pihaknya sudah sepakat pemindahan pemerintahan Indonesia sejak 2004-2009. Sebab, kepadatan penduduk Jakarta sudah melampaui batas.

"Kami komisi VII bukan ibu kota, tapi pusat pemerintahan. Artinya kita sudah hidup dibawah permukaan laut, bisa tenggelam kita. Pusat pemerintahannya saja, rapat-rapat disana, kementeriannya disana, parlemen tetap di Jakarta," tegas ketua DPP Partai Demokrat itu.

Jika pusat pemerintahan dipindah, menurutnya, Jakarta hanya sebagai pusat perekonomian di tanah air. Kota metropolitan itu menjadi pusat bisnis, pariwisata dan budaya.

"Kalau pusat pemerintahan dipindah, Jakarta jadi pusat bisnis, pariwisata dan budaya," kata Sutan.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan rencana atau pemikiran pemindahan ibu kota atau pusat pemerintahan dari Jakarta dapat dilakukan oleh pemerintahan selanjutnya seiring dengan peningkatan kemampuan anggaran negara.

"Empat hingga lima tahun lalu diam-diam saya memikirkan sudah saatnya Indonesia membangun pusat pemerintahan yang baru di luar Jakarta. Waktu itu bermunculan debat dan wacana. Saya memilih diam dan kemudian membentuk tim kecil untuk pikirkan pemindahan ibu kota. Biar pusat ekonomi perdagangan di Jakarta dan goverment centre di tempat lain," kata presiden sebelum bertolak ke tanah air, Sabtu (7/9/2013) waktu setempat. [mes]

Komentar

Embed Widget
x