Find and Follow Us

Selasa, 19 November 2019 | 16:13 WIB

Inilah Kisah Pengawalan Truk Bripka Sukardi

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Kamis, 12 September 2013 | 02:55 WIB
Inilah Kisah Pengawalan Truk Bripka Sukardi
(foto:ilustrasi)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Keenam sopir dan kernet truk memaparkan terkait tewasnya Bripka Sukardi yang ditembak ketika mengawal truk dari Jakarta Utara menuju Rasuna Said Tower di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (10/9/2013).

Para sopir bersama kernet mengaku panik dan takut ketika mendengar suara tembakan, bahkan sempat menundukkan kepala ke belakang dashboard.

Selain itu, sopir juga kaget ketika melihat Aipda (anumerta) Sukardi yang mengawal perjalanannya terkapar di jalan jalur lambat Kuningan. Ternyata, almarhum Sukardi jatuh tergeletak karena tembakan orang tak dikenal itu.

Awalnya, para sopir serta kernet berangkat dari pangkalan di Jalan Tanah Merdeka Jakarta Utara pada Selasa (10/9/2013) pukul 11.30 WIB. B alias J, salah satu kernet truk yang berada di posisi kelima dari iring-iringan truk trailer menuturkan, saat itu rombongan berangkat dari pangkalan truk dengan kawalan Sukardi.

"Kemudian kita ambil barang (rel lift) di gudang PT Kautan Jaya Kurnia (KJK) Marunda dan tiba pukul 15.00 Wib, setelah itu kami balik lagi ke pangkalan," terangnya di Mapolda Metro Jaya, Rabu (11/9/2013).

Lalu sekira pukul 20.30 WIB, B mengatakan rombongan kembali melanjutkan perjalanan dengan tujuan mengirim muatan truk ke Rasuna Tower, Kuningan, Jakarta Selatan. Alasannya, supaya perjalanan lancar karena malam hari.

"Kalau siang kan ramai banyak kendaraan pribadi makanya jalan malam hari," kata B.

Pasalnya, begitu tiba di Plumpang sudah ada korban Sukardi yang menunggu untuk mengawal ke Rasuna Tower. Kemudian, jalur yang dijajaki dari Plumpang lewat Jalan Pramuka Jakarta Timur lalu Pasar Raya Manggarai.

"Dari situ kita ke Pasar Rumput terus belok kiri menuju Jalan HR Rasuna Said, kita pelan-pelan jalannya dan tiba di lokasi pukul 22.00 Wib," terangnya.

Lalu, tepat didepan gedung KPK tiba-tiba saja iring-iringan truk yang dikendarai berhenti dan dikiranya ada kecelakaan lalulintas. Akhirnya, karena penasaran B bersama sopir M turun mengecek dan ternyata Sukardi pengawalnya terkapar di tengah jalan.

"Pas saya cek ternyata Pak Kardi (Sukardi) ditembak, saya mengiranya kecelakaan," tuturnya.

Sementara, sopir truk iringan pertama Y mengaku mendengar suara tembakan empat kali lalu ketika ada suara tembakan mobil truk langsung mengerem.

"Si kernet malah kentut-kentut terus saking paniknya, kita langsung nunduk kepala," pungkas Y.

Ia menambahkan, petugas keamanan KPK juga takut ketika melihat korban terkapar di tengah jalan sehingga kabur kedalam. Menurutnya, korban sempat masih berdetak jantungnya dua sampai tiga kali.

"Namun setelah itu sudah tidak berdetak lagi, dari situ mulai ramai warga mengerumuni lokasi. Saya pun tidak ada curiga karena ramai kendaraan saat itu," tandas dia. [mes]

Komentar

x