Find and Follow Us

Sabtu, 7 Desember 2019 | 16:23 WIB

Megawati Merespon Dingin Survei Soal Jokowi?

Oleh : Herdi Sahrasad | Jumat, 6 September 2013 | 20:35 WIB
Megawati Merespon Dingin Survei Soal Jokowi?
Megawati Soekarnoputri dan Joko Widodo - (Foto : inilah.com)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Berbagai kalangan menanggapi sikap Megawati Soekarnoputri yang terkesan dingin dalam merespon berbagai survei yang mengunggulkan Joko Widodo sebagai capres paling populer dan elektabel dalam pilpres mendatang. Ada apa gerangan?

Megawati adalah sosok yang sabar dan hati-hati dalam berpolitik, apalagi kalau menyangkut soal capres-cawapres. Memang berbagai hasil survei calon presiden menempatkan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) di urutan tertinggi. Namun sepertinya tak akan mudah mendorong Jokowi untuk melepaskan jabatan gubernur dan maju di 2014.

Meski dukungan sudah kuat, peneliti LIPI Prof Ikrar Nusa Bhakti tidak yakin PDIP bakal berani menetapkan Jokowi sebagai calon presiden. Menurut dia, opsi ini bakal sulit terwujud karena sikap hati-hati Megawati.

Sementara peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI) Adjie Alfaraby meragukan komitmen dari Jokowi untuk maju di Pilpres. Padahal menurutnya mantan Walikota Solo itu punya momentum yang sangat tepat saat ini.

"Jokowi dihadapkan dengan masalah harus melepaskan jabatan gubernurnya, itu tidak mudah. Dia harus benar-benar bisa meyakinkan rakyat," ujar peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI), Adjie Alfaraby.

Mengenai restu dari Megawati Soekarnoputri bagi Jokowi untuk maju jadi capres PDIP, jelas hal itu masih sulit dan masih butuh waktu. Peluangnya pun masih setengah-setengah. "Kalau kita lihat kemungkinannya masih 50-50 untuk Jokowi direstui maju atau tidak," imbuhnya.

Dalam sejumlah survei capres, Jokowi kerap mendapatkan angka tertinggi. Siapa pun pasangannya, selalu bisa terdongkrak oleh nama sang mantan Walikota Surakarta itu.

Banyaknya hasil survei yang mendudukkan partai PDI Perjuangan di posisi ''jawara'', ditanggapi dingin Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Menurutnya, hasil survei tak dapat menjadi landasan utama dalam penentuan calon presiden yang akan diusung tahun depan.

Megawati menjelaskan, modal besar yang dimiliki PDI Perjuangan adalah basis politik dan kaderisasi yang berjalan baik serta terarah di seluruh daerah. Selain itu, partainya juga akan terus memperjuangkan prinsip Trisakti yaitu berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan kepribadian di bidang budaya.

"Memang kami selalu disebut sebagai tiga besar. Bukan mengecilkan (survei), tapi tergantung surveinya. Kita boleh melihat hasil survei, tapi jangan dijadikan pegangan," kata Megawati di sela-sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI Perjuangan, di Ancol, Jakarta, Jumat (6/9/2013).

Seperti diketahui, hasil penelitian dari sejumlah lembaga survei menempatkan PDI Perjuangan memiliki elektabilitas tinggi. Selain itu, dua tokoh partai berlambang banteng itu juga digadang-gadang potensial menjadi calon presiden periode 2014-2019, yakni Megawati Soekarnoputri dan Joko Widodo.

Rakernas PDI Perjuangan digelar mulai 6-8 September 2013, di Ecopark Convention Ancol, Jakarta. Agenda utama rakernas ini adalah konsolidasi menghadapi Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden tahun depan.

Selain itu, dalam rakernas, PDI-P akan merumuskan program partai dalam menyelamatkan bangsa sesuai dengan trisakti Bung Karno, merumuskan sikap partai terkait permasalahan di dalam dan luar negeri. Sekitar 1.330 kader PDI Perjuangan dari seluruh Indonesia hadir dalam rakernas ini.

Rakernas untuk sementara belum menetapkan siapa capres PDIP mendatang, dan itu berarti momentum Jokowi bisa hilang. Namun bukan berarti pupus, peluang Jokowi bisa muncul lagi dalam waktu-waktu ke depan, sebab politik adalah kemungkinan-kemungkinan. [berbagai sumber]

Komentar

x