Find and Follow Us

Kamis, 17 Oktober 2019 | 23:39 WIB

Inilah Tiga Dimensi Politik Versi Ahmad Mubarok

Oleh : Firman Qusnul Yakin | Jumat, 6 September 2013 | 00:11 WIB
Inilah Tiga Dimensi Politik Versi Ahmad Mubarok
Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Ahmad Mubarok - (Foto : inilah.com/Agus Priatna)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Ahmad Mubarok, mengaku pernah digadang-gadang menjadi salah satu kandidat calon presiden di konvensi. Namun, ia memilih tidak ikut konvensi karena melihat gelaran itu hanya sebagai permainan.

"Konvensi itu game saja. Pertama kali saya muncul, lalu tidak ikut, itulah karena game," kata dia dalam diskusi bertema Peran Strategis ICMI Muda dalam Mengawal Demokrasi, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (5/9/2013) malam.

Ahmad Mubarok menyatakan konvensi itu sebagai permainan mengingat politik memiliki tiga dimensi. "Pertama, politik itu ilmu, kedua, politik itu game, dan ketiga, politik itu seni," ujar Mobarok.

Namun, Mubarok menegaskan politik sebenarnya tidak kotor. Menurut dia, politik akhirnya banyak dipandang kotor karena perilaku sebagian manusia yang bergelut di dunia politik. "Politik sering anggap kotor. Sebenarnya tidak, yang kotor itu orangnya," tegas Mubarok.

Menurut Mubarok, manusia sebenarnya punya dua status; sebagai hamba Tuhan dan wakil Tuhan. Sebagai wakil Tuhan, ia menambahkan, manusia punya tugas, antara lain, mengemukakan kebenaran di muka bumi.

"Dan, bernegara serta berbangsa itu realitas sejarah. Negara ada proses alamiahnya dan ada rekayasanya. Siapa yang merekayasa pasti ia masuk kategori pemimpin. Itulah politik," terang Mubarok.[dit]

Komentar

Embed Widget
x