Find and Follow Us

Kamis, 17 Oktober 2019 | 23:39 WIB

PBNU Ajak OKI Tolak Serangan AS ke Suriah

Oleh : Ajat M Fajar | Kamis, 5 September 2013 | 00:14 WIB
PBNU Ajak OKI Tolak Serangan AS ke Suriah
Ketua PBNU, Slamet Effendy Yusuf - (Foto : istimewa)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengecam aksi penyerangan Amerika Serikat (AS) ke Suriah. Penyerangan iti dinilai akan semakin memperkeruh situasi yang terjadi di Suriah.

Ketua PBNU, Slamet Effendy Yusuf mengatakan, aksi Amerika ini dalam menimbulkan persoalan baru khususnya untuk wilayah di Timur Tengah.

"Akan menyempurnakan situasi perpecahan bahkan perang saudara di kawasan Timur Tengah. Akan memerlukan waktu yang sangat lama untuk membangun kembali negara-negara dengan penduduk muslim tersebut," ujar Slamet dalam keterangan persnya kepada INILAH.COM, Rabu (4/9/2013).

Menurutnya, aksi Amerika ini sebelumnya sudah terjadi di beberapa negara timur tengah seperti Afghanistan, Irak, Libya, Sudan, Tunisia, Mesir, Yaman yang terbukti hingga saat ini malah menjadi hancur pasca campur tangan pihak Amerika.

"Serangan AS tidak membawa manfaat apa-apa khususnya bagi rakyat Suriah. Serangan tersebut akan membunuh lebih banyak manusia dibanding korban gas sarin yang menjadi alasan penyerbuan tersebut," tegasnya.

Untuk itu mantan Ketua Umum GP Ansor ini mengajak semua pihak khususnya negara-negara muslim untuk mengambil langkah strategis dalam menyikapi serangan Amerika ini.

Jika perlu harus ada penolakan secara massive masyarakat dunia terhadap kesewenang-wenangan negara adi kuasa ini. Sebab Amerika tidak punya kewenangan untuk penyerbuan itu sekalipun kongres Amerika Serikat mengizinkan.

"Negara-negara OKI (Organisasi Konferensi Islam) mengambil inisiatif untuk mengakhiri politik adu domba dan pemecahbelahan negara-negara muslim tersebut oleh barat," tandasnya.[jat]

Komentar

Embed Widget
x