Find and Follow Us

Selasa, 19 November 2019 | 05:43 WIB

Konvensi Capres

Pengamat: Politik Ala Demokrat Kekanak-kanakan

Oleh : Marlen Sitompul | Minggu, 18 Agustus 2013 | 02:11 WIB
Pengamat: Politik Ala Demokrat Kekanak-kanakan
Pengamat politik dari Universitas Indonesia Iberamsjah - (foto:istimewa)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Konvensi calon presiden (capres) yang digelar Partai Demokrat menuai kritikan dari berbagai kalangan termasuk dari akademisi. Alasannya, konvensi itu dinilai hanya pencitraan untuk meningkatkan elektabilitas partai.

Demikian kritikan itu disampaikan Pengamat politik dari Universitas Indonesia Iberamsjah. Konvensi ala Demokrat yang mengundang beberapa tokoh nasional dari luar partai itu, menurutnya sebagai politik yang sudah 'basi'.

"(Konvensi) Politik ala Demokrat itu ilmu kekanak-kanakan," tegas Iberamsjah, kepada INILAH.COM, beberapa saat lalu.

Lebih lanjut Ia mengatakan, sistem politik pencitraan yang dipertontonkan partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu tidak akan mempengaruhi kepercayaan publik.

"Kita sudah pelajari ilmu itu sejak dulu, jadi kita sebagai rakyat tidak akan tertipu," kata Iberamsjah.

Diketahui, Majelis Tinggi Partai Demokrat telah menetapkan komite konvensi Demokrat. Komite konvensi itu bertugas untuk menjaring beberapa tokoh nasional yang diundang oleh Mejalis Tinggi dan komite konvensi untuk mengikuti penjaringan capres itu. Hingga saat ini, Majelis Tinggi Demokrat telah mengundang 11 tokoh nasional untuk menjadi peserta konvensi.

Sekretaris Majelis Tinggi Demokrat Jero Wacik mengakui bahwa konvensi mencari tokoh nasional yang dapat menggantikan SBY. Sebab di internal Demokrat sendiri belum ada yang sekaliber orang nomor satu di Indonesia itu.

"Ada juga yang disinggung oleh beliau (SBY) tadi, bahwa konvensi ini sangat serius. Kita ingin mencari salah satu calon pemimpin bangsa untuk gantikan beliau Oktober 2014," kata Jero. [mes]

Komentar

x