Find and Follow Us

Minggu, 26 Januari 2020 | 15:58 WIB

Diduga Ijazah Palsu Cabup Barito Utara Dipolisikan

Oleh : Anton Hartono | Jumat, 2 Agustus 2013 | 01:40 WIB
Diduga Ijazah Palsu Cabup Barito Utara Dipolisikan
(Foto : istimewa)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Untuk Penegakkan Hukum (AMPUH) mendatangi Bareskrim Polri untuk mendesak diusutnya dugaan kasus ijazah palsu milik Nadalsyah, Calon Bupati (Cabup) terpilih Barito Utara, Kalimantan Tengah.

Massa melakukan aksi protes di Mabes Polri Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan sebagai buntut dari ditolaknya laporan ijazah palsu milik Cabup terpilih Kabupaten Barito Utara di Bareskrim Polri.

"Bareskrim Polri menolak memproses laporan ijazah palsu cabup terpilih, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Karena itu, masyarakat demo di sini," ujar Sunaryo Haji Sugianto koordinator aksi, Kamis (1/8/2013).

Menurutnya pemalsuan ijazah merupakan tindak pidana yang harus diusut oleh kepolisian.

Berdasarkan keterangan yang didapat, Nadalsyah adalah Cabup terpilih pada Pilkada Barito Utara. Namun belakangan ada indikasi, dirinya memalsukan ijazah SMP dan SMA paket C.

Hal ini terlihat dari sejumlah kejanggalan atas ijazah milik Nadalsyah tersebut seperti tidak adanya tandatangan pemilik, foto Nadalsyah yang terlihat lebih dewasa di ijazah SMP miliknya.

Dan indikator palsu yang paling kuat yakni nomor induk yang digunakan dalam ijazah itu ternyata milik orang lain.

Kami sudah lakukan penyelidikan ijazah milik seangkatannya yang sama-sama dikeluarkan pada 25 April 1981 lalu, terdapat sejumlah kejanggalan," tukas Sunaryo.

Dirinya menambahkan pemalsuan ijazah yang dilakukan Nadalsyah terbukti melanggar UU No.20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara atau denda Rp500 juta.

"Jika kepolisian tidak merespon tuntutan kami, semakin ragu kita terhadap kepolisian," tandasnya.[dit]

Komentar

x