Find and Follow Us

Minggu, 26 Januari 2020 | 15:28 WIB

Pemalsuan Tanda Tangan Pernah Disampaikan ke Polri

Oleh : Marlen Sitompul | Selasa, 23 Juli 2013 | 18:45 WIB
Pemalsuan Tanda Tangan Pernah Disampaikan ke Polri
Djoko Susilo - (Foto : inilah.com/Agus Priatna)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Pegawai urusan keuangan (Urkeu) Korlantas Polri, Mohammad Sadrah Saripuddin mengakui bahwa pemalsuan tanda tangan mantan Kakorlantas Irjen Polisi Djoko Susilo dan Wakorlantas Didik Purnomo oleh Bendahara Korlantas Kompol Legimo sudah pernah dibeberkan ke penyidik Mabes Polri.

Mantan anak buah Djoko Susilo itu mengatakan, pemalsuan tanda tangan itu guna mempercepat pencairan Surat Perintah Membayar (SPM) ke Kantor Perbendaharaan Pelayanan Negara (KPPN).

"Siap pak, saya pernah diperiksa (Bareskrim). Saya juga cerita (Perintah Legimo," kata Sadrah, dalam kesaksiannya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Selasa (23/7/2013).

Dia mengatakan, Legimo menandatangani SPM roda dua pada 17 Maret 2011 dan roda empat pada 5 Desember 2011. Selanjutnya, dia kemudian diminta Legimo segera mengantarkan SPM ke KPPN. "Selanjutnya pencairan saya tidak tahu pak," kata Sadrah. [mvi]

Komentar

x