Find and Follow Us

Selasa, 19 November 2019 | 18:05 WIB

2014, Partai Oposisi dan Koalisi Bersatu

Oleh : Marlen Sitompul | Jumat, 21 Juni 2013 | 03:17 WIB
2014, Partai Oposisi dan Koalisi Bersatu
Pemilu 2014 - (Foto: ilustrasi)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai partai oposisi dinilai lebih terbuka untuk menjalin koalisi dengan Partai Demokrat ketimbang dengan Partai Gerindra pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.

Direktur Eksekutif Institute for Transformation Studies (Intrans) Saiful Haq menjelaskan, PDIP dan Gerindra sulit untuk berkoalisi. Karena PDIP punya pengalaman buruk dengan Gerindra dalam Pilkada DKI Jakarta.

"Yaitu soal klaim Gerindra tentang kemenangan Jokowi-Ahok di DKI," kata Saiful, kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (20/6/2013).

Sementara Gerindra yang juga sebagai partai oposisi lebih terbuka untuk menjalin koalisi dengan Partai Golkar. Namun demikian, kata Saiful, perolehan suara pemilu legislatif 2014 akan menjadi penentu negosiasi menuju koalisi di pilpres.

"Golkar adalah partai yang selalu realistis menetapkan keputusan politiknya. Elektabilitas Aburizal Bakrie yang jauh di bawah Prabowo dan Jokowi, akan membuat Golkar berhitung seribu kali untuk memaksakan diri merebut kursi capres. Yah cawapres akan menjadi pilihan yang rasional bagi Golkar," ujarnya.

Penilaian kemungkinan Demokrat-PDIP akan berkoalisi juga disampaikan Jeffrie Geovanie sebelumnya. Bagi Board of Advisor Center for Strategic and International Studies (CSIS) itu, koalisi kedua partai itu karena adanya kesamaan untuk mendorong tokoh muda maju pada Pilpres 2014.

"Kenegarawanan Megawati dan SBY, juga kebesaran hati mereka berdua yang sama-sama tulus menyiapkan pemimpin muda di 2014 ini yang justru menjadi modalitas kedua partai tersebut berkoalisi, kita lihat saja, tidak lama lagi," ungkapnya. [mes]

Komentar

x