Find and Follow Us

Sabtu, 14 Desember 2019 | 05:16 WIB

Meningkat, APBN Belum Sejahterakan Rakyat

Senin, 17 Juni 2013 | 02:00 WIB
Meningkat, APBN Belum Sejahterakan Rakyat
Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan - (Foto : inilah.com/Wirasatria)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Indonesia alami kenaikkan tiga kali lipat Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dalam rentang waktu delapan tahun. Tapi, kenaikan itu tidak menjawab kesejahteraan masyarakat.

Demikian diungkapkan Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan saat disinggung soal kenaikkan harga BBM bersubsidi dan pemberian kompensasi Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang diduga menggunakan dana pinjaman luar negeri.

"Bukan hanya subsidinya yang harus dikurangi tapi pengelolaan budget secara umum. Budget APBN kita (tahun 2013, red) Rp1.600 triliun, tahun 2005 sebesar Rp500 triliun. Negara mana yang APBN nya meningkat dalam waktu 8 tahun," kata Anies, Minggu (16/6/2013).

Dikatakan Anies, di awal pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tahun 2005 penggunaan biaya APBN sekitar Rp 80 triliun. Penggunaan tersebut meningkat 3 kali lipat dibanding tahun 2013.

Budget APBN tersebut digunakan bukan untuk kesejahteraan rakyat melainkan digunakan seperti ATK, rapat, meeting, dan renovasi gedung pemerintahan.

Namun, Pemerintah dinilai boros dalam menggunakan APBN hingga persoalan subsidi dan kesejahteraan rakyat terganggu. Bagi Anies, wacana penaikkan harga BBM bersubsidi ataupun pemberian kompensasi BLSM memang sudah seharusnya, tetapi persoalan borosnya penggunaan APBN ini yang menjadi kronis lantaran kas negara tidak bisa dipakai yang akhirnya harus pinjam ke luar negeri.

Komentar

x