Find and Follow Us

Sabtu, 16 November 2019 | 09:27 WIB

Bangkrut, Kemenhub Harap MNA Utamakan Keselamatan

Oleh : Fadhly Dzikry | Senin, 10 Juni 2013 | 22:40 WIB
Bangkrut, Kemenhub Harap MNA Utamakan Keselamatan
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Herry Bakti - (inilah.com/Ardhy Fernando)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Herry Bakti mengatakan, PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) sebagai korporasi adalah perusahaan bangkrut.

Walau dalam kondisi bangkrut, namun Merpati diharapkan tetap memperhatikan keselamtan penumpangnya.

MNA sendiri memiliki 15 armada pesawat jenis MA 60 yang salah satunya mengalami insiden hard landing di Bandara El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin (10/6/2013) pagi.

"Kalau dilihat dari sebuah perusahaan sudah bangkrut sebenarnya," kata Herry dalam jumpa pers di Kemenhub, Jakarta, Senin (10/6/2013) malam.

Namun, kata Herry, Kemenhub tidak memiliki otoritas untuk mengatur keuangan MNA. Karena bisnis MNA berada di Kementerian BUMN. "Regulatornya di kita, tapi keuangan bisnisnya itu di Kementerian BUMN," ujar Herry.

Herry meminta, meski kondisi keuangan MNA diujung tanduk, namun hal itu jangan sampai mengganggu keselamatan penerbangan di Indonesia. Kata Herry, Dirut MNA sendiri pernah membahas seluruh utang yang dijadikan ke saham, supaya bisa sehat kembali.

"Tapi jumlah utang berapapun, kondisi aset secara bisnis sudah tidak mendukung," ucapnya.

Sebelumnya, Pesawat Merpati jenis MA 60 dengan nomor penerbangan MZ 6517 rute Bajawa-Kupang mengalami hard landing di runway 07 Bandara El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin (10/6/2013) sekitar pukul 09.40 WITA. Saat itu pesawat membawa 45 penumpang dewasa, 1 penumpang bayi, dan 4 kru pesawat.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu, namun 20 orang mengalami luka ringan. Sedangkan 5 orang lainnya termasuk kapten pilot pesawat mengalami luka serius dan langsung dilarikan ke RSU WZ Yohanes Kupang. [gus]

Komentar

x