Find and Follow Us

Minggu, 26 Januari 2020 | 15:41 WIB

Ajukan Grasi, Gembong Narkoba Belum Dieksekusi

Oleh : Renny Sundayani | Rabu, 24 April 2013 | 01:16 WIB
Ajukan Grasi, Gembong Narkoba Belum Dieksekusi
(Foto : istimewa)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung belum memastikan kapan terpidana mati kasus narkoba, Leong Kim Ping akan dieksekusi. Terhadap gembong narkoba jaringan internasional ini belum dieksekusi mati karena masih melakukan upaya hukum luar biasa yakni permohonan grasi kepada Presiden.

"Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi Leong Kim Ping dan tetap menjatuhkan hukuman mati kepadanya, informasi yang kami dapat dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kalianda, ia mengajukan grasi ke Presiden,"kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi (kejati Lampung Heru Widjatmiko.

Menurut Heru, sebagaimana disitat dari website resmi Kejaksaan Agung, Selasa (23/4) Leong Kim Ping yang berkewarganegaraan Malaysia ini divonis mati karena terbukti melanggar pasal 114 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 undang-undang RI Nomor 35/2009 dan pasal 112 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009.

Leong terbukti memiliki 1.700 pil ekstasi hijau, 70 pil ekstasi kuning , 70 ekstasi biru muda dan sabu-sabu 45 kilogram.

Heru mengatakan, selain Leong masih ada lagi terdakwa yang divonis mati oleh pengadilan setempat yakni Enrizal. Terhadap Enrizal divonis mati karena berperan sebagai kurir dengan membawa ganja 3,526 kg yang diantar langsung ke beberapa kota dijawa.

Oleh majelis hakim Enrizal dinyatakan bersalah, telah melanggar pasal 115 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 Undang-undang RI no, 35/2009.

Meski demikian terhadap perkara Enrizal hingga kini masih menunggu putusan Mahkamah Agung (MA) dengan kasasi yang diajukan November 2012 lalu.

"Dia melakukan kasasi atas putusan Pengadilan Tinggi yang menguatkan putusan Pengadilan Negeri Kalianda, Pidana Mati,"pungkasnya.[jat]

Komentar

x