Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 17 Oktober 2018 | 17:43 WIB

Rizal Ramli Bersemangat Diperiksa 9 Jam di KPK

Oleh : Firman Qusnul Yakin | Jumat, 12 April 2013 | 21:11 WIB

Berita Terkait

Rizal Ramli Bersemangat Diperiksa 9 Jam di KPK
Rizal Ramli - inilah.com

INILAH.COM, Jakarta - Sembilan jam dimintai keterangan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tampaknya tidak membuat Rizal Ramli lelah dan capek.

Mantan Menko Perekonomian itu keluar dengan mengumbar senyum dan tak terlihat rona letih diwajahnya.

"Cukup lama juga saya diperiksa 9 jam," sapa Rizal kepada wartawan yang menunggunya di depan KPK, Jakarta, Jumat (12/4/2013).

Dia mengaku senang dengan semangat KPK untuk membongkar lagi kasus BLBI ini.

"Saya gembira KPK ingin betul-betul membongkar dan menyelidiki pelbagai keanehan dalam BLBI," katanya.

Mengenai materi pemeriksaan, pria yang selalu mengkritik kebijakan Presiden SBY ini enggan memberi tahu. Rizal menilai, apa yang dia berikan ke KPK adalah hak KPK untuk mempublikasikan ke masyarakat. Termasuk ketika disinggung mengenai Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang merugikan negara ratusan triliun Rupiah.

"Mengenai materi pemeriksaan yang berwenang memberikan adalah KPK karena rahasia," sergahnya.

Diduga kuat, pemeriksaan terhadap Rizal Ramli adalah terkait kasus BLBI. Sebelumnya, KPK juga sudah meminta keterangan terhadap Kwik Kian Gie, mantan menteri koordinator perekonomian dan Kepala Bapennas era Presiden Megawati. KPK juga sebelumnya berjanji akan mengusut lagi kasus BLBI ini.

BLBI adalah bantuan yang dikucurkan oleh Bank Indonesia kepada bank-bank yang mengalami masalah likuiditas. Ketika itu, bank-bank mengalami masalah akibat krisis moneter yang melanda Indonesia pada 1998.

Skema bantuan itu dilakukan berdasarkan perjanjian Indonesia dengan IMF dalam mengatasi krisis. Desember 1998, BI menyalurkan BLBI Rp147,7 triliun kepada 48 bank.

Dari hasil audit BPK terhadap penggunaan dana BLBI oleh 48 bank tersebut disimpulkan bahwa telah terjadi indikasi penyimpangan sebesar Rp138 triliun. [gus]

Komentar

Embed Widget
x