Find and Follow Us

Jumat, 24 Januari 2020 | 06:01 WIB

KY Diminta Tindak Tegas Hakim Agung Pro Narkoba

Oleh : Marlen Sitompul | Minggu, 10 Februari 2013 | 02:09 WIB
KY Diminta Tindak Tegas Hakim Agung Pro Narkoba
Logo Komisi Yudisial (KY) - inilah.com/Grafik
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak agar Komisi Yudisial (KY) menyelidiki hakim agung yang memberikan vonis ringan kepada pelaku narkoba. Sebab, vonis ringan daripada vonis pengadilan negeri kepada pelaku narkoba tidak sesuai dengan keadilan.

Ketua MUI Amidhan mengatakan, para pelaku narkoba sangat jelas telah merusak generasi muda bangsa Indonesia. Selain itu KY perlu melakukan rekruitmen hakim agung yang sangat selektif dan perlu mencari hakim berdasarkan integritasnya.

"Vonis hakim agung itu dilakukan karena ada kasasi dari terpidana narkoba. Jadi seharusnya vonisnya jangan ringan. Sebab pelaku telah merusak moral anak bangsa. Dan KY harus segera mengambil tindakan," kata Amidhan, Jakarta, Sabtu (9/2/2013).

Kata Amidhan, seharusnya hakim agung menjatuhkan vonis yang lebih berat dari vonis di pengadilan negeri. Oleh sebab itu, patut dicurigasi atas vonis ringan tersebut. "Kalau ternyata lebih ringan, maka rakyat sangat curiga ada apa terhadap hakim agung tersebut," kata Amidhan.

Hal senada juga dikatakan politisi PDIP, Dedi Gumelar. Menurutnya, para hakim termasuk hakim agung hanya memvonis pelaku terdakwa berdasarkan kontekstual saja. Untuk itu, KY perlu lebih selektif dalam menyeleksi para hakim agung.

"KY harus lebih selektif melakukan rekrutmen hakim agung. Cari hakim yang integritasnya teruji di masyarakat," kata Miing sebagaimana Dedi Gumelar akrab disapa.

Namun, dalam kurun waktu belakangan ini pemerintah telah ambigu terhadap vonis pelaku kejahatan narkoba. "Presiden malah memberikan grasi kepada pelaku kejahatan narkoba Corby. Ini sangat jelas ambigu. Di satu sisi pemerintah mau berantas narkoba, tapi di sisi lain diberikan grasi," tandasnya.[jat]

Komentar

x