Find and Follow Us

Minggu, 26 Januari 2020 | 21:50 WIB

Dicari ! Figur Pemimpin Muda yang Berkompeten

Oleh : Wahyu Praditya Purnomo | Kamis, 10 Januari 2013 | 02:18 WIB
Dicari ! Figur Pemimpin Muda yang Berkompeten
Ilustrasi kepemimpinan kaum muda - Ist
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Wacana kepemimpinan kaum muda terus mengisi ruang publik seiring dengan makin dekatnya Pemilu 2014.

Banyaknya pemimpin muda yang mengisi panggung politik dan birokrat di Indonesia, tampaknya menjadi angin segar tentang eksistensi Pemuda untuk maju memimpin negara ini di masa datang.

"Cuma masalahnya, Kepemimpinan muda seperti apa yang bertengger eksis, banyak yang lahir ditingkat wilayah, menduduki posisi bupati, gubernur. Namun apakah hal tersebut menjadi barometer?," kata M Nico Kapisan, Ketua Umum Pengurus Nasional Gerakan Mahasiswa Islam Indonesia (GMII), Rabu (9/1/2013).

Menurutnya, yang bertaburan saat ini adalah fenomena kepemimpinan instan dan karbitan serta lahir atas dasar politik dinasti. Hal ini dapat terlihat di partai-partai besar. Meskipun hal tersebut sah-sah aja.

"Kemampuan dan kompetensi yang mempunyai kapasitas mestinya lahir berproses melalui kemampuan berorganisasi dan komitmen," papar Nico.

Sementara itu Puji Wahono, Direktur Eksekutif Akbar Tanjung Institute mengemukakan, tampilnya kaum muda memiliki titik urgensi, mengingat era baru dengan kompleksitas baru niscaya membutuhkan pengalaman baru dan harapan baru dengan terobosan-terobosan baru.

Namun, pendefinisian utama kaum muda bukanlah didasarkan pada usia, melainkan idealisme "muda", situasi kejiwaan yang bisa membebaskan diri dari kejumudan dan kerusakan mentalitas tua. Meski begitu, mereka yang "berusia muda" mestinya lebih berani mengemban visi perubahan karena tidak terlalu digayuti beban masa lalu.

Menurutnya, diperlukan suatu Generasi yang terdidik, dengan kemampuannya untuk membebaskan diri dari kolonisasi kesadaran, pemimpin yang agresif merespons aspirasi masyarakat, serta mampu bertindak cepat dan tegas di dalam mengelola dan merespons konflik-konflik yang terjadi.

"Tanpa kehadiran suatu generasi perubahan, memimpikan kehadiran pemimpin muda bak pungguk merindukan bulan. Demi menghadirkan generasi perubahan, yang dapat "memudakan" kembali politik Indonesia, diperlukan suatu creative destruction atas kejamakan politik hari ini, dengan melakukan transformasi dalam dimensi institusional dan kultural," lanjutnya. [ton]

Komentar

x