Find and Follow Us

Selasa, 21 Januari 2020 | 09:34 WIB

Indonesia Kekurangan Ahli Bedah Mulut

Oleh : Dewa Putu Sumerta | Sabtu, 17 November 2012 | 01:09 WIB
Indonesia Kekurangan Ahli Bedah Mulut
ilustrasi
facebook twitter

INILAH.COM, Kuta - Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti menyampaikan pemerintah menargetkan pada tahun 2013 sebanyak 8,6 juta warga dapat tanggung asuransi untuk mendapatkan pelayanan operasi bedah mulut dan maksilofasial.

Menurut Ali Ghufron, warga miskin dan sangat miskin berhak mendapatkan pelayanan medis termasuk untuk bedah mulut dan maksilofasial (celah bibir dan langit-langit, dental implant, infeksi, trauma,onkologis, sendi temporomandibular). "Tahun kemarin sebanyak 76,4 juta warga telah mendapat pelayanan itu dan akan terus ditingkatkan di tahun depan, menjadi 86,4 juta orang," ungkap Ali Ghufron, dalam keterangan resminya usai membuka Kongres ke-10 Asian Congres of Oral and Maxillofacial Surgeons (ACOMS) di Kuta, Jumat (16/11/2012).

Namun untuk mendukung keberhasilan program tersebut, Ali Ghufron mengaku masih terkendala minimnya ahli bedah. Saat ini, Indonesia baru memiliki 285 ahli bedah sehingga ke depan akan terus ditingkatkan jumlahnya. Ali Ghufron menyatakan komposisi ahli bedah idealnya saat ini, Indonesia membutuhkan sekitar 1000 ahli bedah mulut dan maksilofasial. Dan sebanyak 3.400 ahli bedah mulut yang diharapkan bisa terealisasi hingga tahun 2014.

Ali Ghufron memaparkan lewat berbagai program jaminan asuransi seperti jamkesmas, jamkesda dan lainnya masyarakat akan mendapat pelayanan kesehatan untuk bedah mulut dan maksilofasial. Warga yang mengalami gangguan pada mulut dan maksilofasial seperti kanker, dijamin untuk mendapat pelayanan itu di tempat-tempat yang menjadi pusat program tersebut.

Ali Ghufron menegaskan, Indonesia di kawasan Asia termasuk negara yang dinilai maju dalam teknologi dan peralatan serta rehabilitasi bedah mulut dan maksilofasial bersama India dan Amerika Serikat. Untuk mengatasi minimnya ahli spesialis bedah mulut dan maksilofasial, pemerintah terus mendorong lewat pendidikan beasiawa untuk penyiapan mereka di beberapa kampus seperti Unpad Bandung dan UGM Jogja. Pemerintah daerah juga diharapkan memberikan beasiswa kepada putra daerahnya untuk menempuh studi menjadi ahli bedah sehingga setelah lulus bisa mengabdikan diri ke daerah masing-masing.

Dalam pertemuan ACOMS ke-10 yang dihadiri 700 peserta dari 33 negara ini akan membahas perkembangan ilmu dan keahlian bedah mulut dan maksilofasial dunia. Dalam acara yang juga dihadiri Presiden Presiden Asian Association of Oral and Maxillofasial Surgeons (AAOMS) Prof Benny, Presiden The International Associaton of Oral and Maxillofacial Surgeons (IAOMS) Kishore Nayak itu, para ahli juga akan membahas situasi dan perkembangan terbaru dari bedah mulut dan maksilofasial di Asia khususnya di Indonesia. [ton]

Komentar

x