Find and Follow Us

Selasa, 19 November 2019 | 15:27 WIB

Ribuan Hotel di Bali Belum Terapkan Konsep THK

Oleh : Dewa Putu Sumerta | Kamis, 15 November 2012 | 03:04 WIB
Ribuan Hotel di Bali Belum Terapkan Konsep THK
inilah.com/Wirasatria
facebook twitter

INILAH.COM, Denpasar - Ketua Yayasan Tri Hita Karana I Gusti Ngurah Wisnu Wardhana menyatakan sebagian besar hotel di Bali belum melaksanakan konsep keseimbagan hubungan alam, manusia dan Tuhan atau yang dikenal dengan nama Tri Hita Karana.

Wardhana mengaku dari 2000 lebih hotel yang terdapat di Bali hanya sebagian kecil atau kurang dari lima persen setiap tahunnya yang telah menerapkan konsep hubungan keseimbangan alam atau Tri Hita Karana (THK).

Menurut Wardhana, mengacu pada Undang-undang No 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan Indonesia telah menetapkan 8 (delapan) prinsip pengelolaan kepariwisataan. "Di antara prinsip yang ada dalam aturan itu adalah kepariwisataan diselenggarakan dengan prinsip menjunjung tinggi norma agama dan nilai budaya atau Tri Hita Karana (THK)," ungkap Wardhana, di Denpasar, Rabu (14/11/2012).

Prinsip Tri Hita Karana tersebut bagi Wardhana, sebagai implementasi konsep hidup dalam keseimbangan hubungan antara manusia dan Tuhan Yang Maha Esa, hubungan antara manusia dan sesama manusia, dan hubungan antara manusia dan lingkungan. Pulau Dewata sebagai sentra kepariwisataan Indonesia dengan pariwisata-budaya yang berlandaskan konsep Tri Hita dalam kenyataannya masih jauh dari harapan.

Wardhana mengaku, sejak tahun 2000 sampai sekarang, dukungan pihak hotel untuk melaksanakan konsep Tri Hita Karana sebagaimana penilaian yang dilakukan tidak lebih dari 5 persen. Lebih jauh Wardhana menyampaikan jika konsep Tri Hita Karana telah diterima sejak 2004 oleh Badan Dunia yang mengurus pariwisata (UN-WTO=United Nations World Tourism Organization) yang bermarkas di Madrid, Spanyol.

UN-WTO yakin, konsep Tri Hita Karana memiliki kesamaan dengan konsep dasar dari 'The Global Code of Ethics for Tourism' (Kode Etik Pariwisata Dunia) yang menjadi landasan kepariwisataan dunia. "Kami telah melakukan akreditasi terhadap implementasi Tri Hita Karana (THK) di lingkungan Hotel dan DTW (Daya Tarik Wisata)," imbuhnya.

Namun sayang, kepesertaan hotel dan DTW untuk melakukan akreditasi THK masih tergolong sangat rendah. Yang ikut THK Tourism Awards Tahun ini, hanya 89 hotel dan 9 DTW dari ribuan hotel yang tersebar di 9 kabupaten/kota di Bali. "Kami terus berusaha mendorong pemerintah, khususnya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk secepatnya menyusun PP (Peraturan Pemerintah) terhadap pengelolaan pariwisata yang memiliki prinsip THK tadi," tegasnya.

Ke depan diharapkan seluruh hotel wajid di-akreditasi THK. Akreditasi THK di Bali tergolong penting, karena rusaknya tatanan pembangunan akibat dari kita yang sudah melupakan Spirit Bali yaitu filsafat Tri Hita Karana. Konsep Tri Hita Karana telah ditetapkan menjadi landasan Pembangunan Bali sejak tahun 1969 (sejak Repelita I) di-launching oleh pemerintah Orde Baru. [ton]

Komentar

x