Find and Follow Us

Jumat, 24 Januari 2020 | 12:14 WIB

Warga Balinuraga Lampung Sampaikan Permintaan Maaf

Senin, 5 November 2012 | 00:15 WIB
Warga Balinuraga Lampung Sampaikan Permintaan Maaf
Foto : Ilustrasi
facebook twitter

INILAH.COM, Bandarlampung - Warga Desa Balinuraga, Kecamatan Waypanji, Kabupaten Lampung Selatan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada warga suku Lampung di daerahnya.

"Dari lubuk hati paling dalam, kami warga Lampung dari suku Bali memohon maaf sebesar-besarnya kepada suku Lampung yang berdomisili di Lampung Selatan atau domisili lainnya di Lampung," kata salah satu tokoh Warga Bali, Nyoman Sudarsono, saat membacakan pernyataan permintaan maaf itu, di Balai Keratun kantor gubernur Lampung, di Bandarlampung, Minggu.

Sehubungan dengan peristiwa tanggal 27-29 Oktober 2012 yang menimbulkan korban jiwa, korban luka-luka, dan kerugian harta benda, pihaknya secara tulus menyampaikan permohonan maaf tersebut yang disaksikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Berlian Tihang dan Sekda Kabupaten (Sekdakab) Lampung Selatan Ishak.

"Kami berjanji tidak akan lagi mengulangi ucapan, tindakan yang bisa menimbulkan perpecahan atau perselisihan," ujar Nyoman lagi.

Poin permintaan maaf selanjutnya, apabila ada perbuatan, tindakan, ucapan suku Bali yang mengakibatkan perselisihan akan dijatuhkan sangsi adat berupa pengusiran dari tempat tinggal serta tak menghalanginya.

"Bagi pihak yang dirugikan, kami akan selesaikan secara musyawarah mufakat," kata dia lagi.

Selanjutnya, warga Balinuraga bersedia hidup berdampingan dengan suku lain dimana pun berada.

Pihak warga Bali dan Lampung yang bertikai dan terlibat bentrokan di Balinuraga/Sidoreno itu, telah menyepakati perdamaian bersama untuk dijalankan oleh kedua pihak sampai ke warganya masing-masing.

Penandatanganan perdamaian itu dilakukan oleh 20 orang tokoh perwakilan masing-masing, dengan rincian 10 orang perwakilan dari suku Lampung dan 10 orang suku Bali.

Mereka yang menandatangani perjanjian tersebut adalah wakil keluarga korban meninggal, kepala desa, dan tokoh masyarakat di sana.[ANT]

Komentar

x