Find and Follow Us

Selasa, 19 November 2019 | 04:53 WIB

RUU Kamnas Berpotensi Melanggar Konstitusi

Oleh : Anton Hartono | Kamis, 18 Oktober 2012 | 02:11 WIB
RUU Kamnas Berpotensi Melanggar Konstitusi
ist
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), M. Imam Aziz meminta untuk mengatakan bahwa Rancangan Undang-Undang (RUU) Keamanan Nasional (Kamnas) akan membatasi kebebasan masyarakat. Karena itu ia meminta upaya untuk membatasi kebebasan dan supremasi sipil harus ditolak.

Menurutnya RUU Kamnas berpotensi menjadi payung dari undang-undang tentang TNI, Polri, Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT). Hal itu menunjukkan kesan adanya agenda tersembunyi untuk mengembalikan hegemoni militerisme.

"RUU Kamnas akan berpotensi membatasi kebebasan sipil. Ini akan meruntuhkan pilar demokrasi di Indonesia dan cita-cita reformasi," ujarnya, Rabu (17/10/2012).

Dirinya mengimbau kepada pemerintah untuk mengingat amanat reformasi yang ingin mengembalikan posisi rakyat sebagai pemegang tertinggi kedaulatan negara. Dan untuk saat ini sudah tidak bisa dibenarkan lagi adanya institusi yang mengontrol pikiran maupun ideologi, sejauh tidak menjadi tindakan nyata.

"Jika RUU Kamnas dimaksudkan untuk menjadi undang-undang payung yang berkaitan dengan keamanan nasional, maka ini merupakan sesuatu yang tidak ada manfaatnya dan berpotensi melanggar konstitusi," tambahnya.

Komentar

x